Bagikan:

JAKARTA - Apple kembali diterpa rumor segar soal rencana ponsel lipat perdananya. Laporan pasokan yang sempat muncul di ET News—dan kemudian dihapus tanpa penjelasan—mengklaim perusahaan memesan sekitar 22 juta panel OLED lipat dari Samsung Display untuk perangkat yang disebut sebagai iPhone Fold. Informasi ini diteruskan oleh MacRumors dan memicu spekulasi baru mengenai ambisi Apple di pasar ponsel lipat.

Jika angka pesanan ini akurat, produksi tersebut dapat berujung pada hampir 10 juta perangkat jadi setelah memperhitungkan tingkat kegagalan panel dalam proses manufaktur. Volume ini jauh melampaui ekspektasi awal yang memprediksi Apple akan masuk secara hati-hati ke kategori yang masih berukuran kecil dalam pasar global.

Informasi dalam laporan yang dihapus itu menggambarkan desain ponsel lipat model buku, dengan layar eksternal 5,35 inci dan layar internal 7,58 inci. Spesifikasinya mencakup engsel generasi baru, material anti-creas, OLED tanpa polarizer, dan kemungkinan kamera di bawah layar—fitur yang sebelumnya sering disebut dalam rangkaian rumor beberapa tahun terakhir.

Kategori ponsel lipat sebenarnya masih menyumbang pangsa kecil di pasar global, dengan pengiriman tahunan yang hanya berada pada kisaran belasan juta unit. Konsumen umumnya masih memilih ponsel model slab karena lebih ringan, lebih murah, dan tidak menimbulkan kekhawatiran soal keawetan engsel dan lipatan layar. Jika Apple benar-benar menargetkan produksi hampir 10 juta unit, angka itu akan setara dengan skala seluruh pasar foldable saat ini.

Selama bertahun-tahun, Apple telah mempelajari berbagai konsep layar fleksibel. Perusahaan telah mendaftarkan sejumlah paten terkait engsel, mitigasi lipatan, hingga eksperimen layar lentur. Namun, proses validasi internal yang ketat membuat perangkat berform factor baru biasanya muncul setelah komponen dianggap matang dan tahan lama.

Tantangan produksi juga masih besar. Panel OLED lipat harus bertahan ribuan lipatan tanpa meninggalkan garis lipatan permanen, sementara cacat tipis dalam material dapat menggagalkan seluruh layar. Biaya panel, rangka penguat, dan engsel kompleks membuat harga perangkat lipat selalu lebih tinggi dibanding model konvensional.

Meski demikian, rumor terbaru ini kembali menyoroti kemungkinan perubahan strategi Apple. Banyak analis memperkirakan Apple akan memperkenalkan iPhone Fold paling cepat pada 2026, bersamaan dengan ekspektasi bahwa perusahaan akan mencoba meningkatkan durabilitas atau efisiensi komponen agar kompetitif.

Hingga kini Apple belum memberikan komentar atau konfirmasi apa pun terkait keberadaan iPhone Fold. Klaim pesanan 22 juta panel masih perlu dibuktikan oleh sinyal rantai pasok yang lebih jelas. Untuk saat ini, prediksi paling kuat tetap mengarah pada peluncuran pada musim gugur 2026, sambil menunggu apakah rumor klasik “iPhone Fold ditunda” kembali mencuat di kemudian hari.