Bagikan:

JAKARTA - Kontribusi perempuan di industri sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) terus mengalami peningkatan. Data East Ventures mencatat bahwa pada 2021, kontribusi perempuan yang bekerja di industri STEM Indonesia sebesar 40,6% (Pria: 59,4%).

Corporate Social Responsibility Leader IBM Indonesia, Rina Suryani, menilai bahwa peran perempuan semakin terlihat dalam berbagai posisi strategis, termasuk pada perusahaan teknologi-teknologi besar.

Ia mencontohkan, beberapa pemimpin perempuan di perusahaan teknologi, yang salah satunya adalag General Manager (GM) IBM ASEAN yang saat ini diduduki oleh seorang perempuan bernama yaitu Catherine Lian.

"Jadi kita juga udah mengadopsi beberapa leader di perusahaan kita (perusahaan teknologi) yang memang dipimpin oleh perempuan juga," kata Rina dalam acara Demo Day Perempuan Inovasi 2025 "Menjadi Changemaker di Era AI: Kekuatan Perempuan dalam Transformasi Profesi" pada Rabu, 10 Desember.

Menurut Rina, salah satu nilai penting yang dibawa perempuan ke industri STEM adalah empati, terutama dalam proses pengambilan keputusan. Ia menyatakan bahwa perempuan memiliki empati lebih besar dibandingkan laki-laki.

"Jadi, banyak hal, tapi yang pastinya sih rasa empati, correct me if I'm wrong. Perempuan punya rasa empati yang lebih besar mungkin ya, daripada laki-laki dalam decision maker," jelasnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa baik kemampuan perempuan dan laki-laki pada dasarnya setara, dan pemimpin perempuan hadir bukan karena perbedaan kemampuan, melainkan karena kualitas kepemimpinan yang memang layak mendapat posisi strategis.

"Jadi beberapa perusahaan di Indonesia juga sudah mulai mengadopsi, ibaratnya sudah punya pemimpin-pemimpin perempuan. Women leaders sudah banyak yang ada di puncak pimpinan, even di perusahaan teknologi," tandasnya.