YOGYAKARTA - Open RAN yang merupakan singkatan dari Open Radio Access Network, kini menjadi topik panas industri telekomunikasi. Teknologi ini menjanjikan cara baru yang lebih terbuka dan inovatif dalam membangun serta mengelola jaringan seluler 5G.
Negara Jepang, melalui raksasa seperti NTT DOCOMO dan NEC, kini berada di garda depan revolusi ini. Mereka telah menunjukkan bahwa Open RAN dapat merevolusi penyediaan layanan 5G yang lebih efisien dan terjangkau.
Apa Itu Open RAN?
Open RAN adalah sistem internet baru yang telah mengubah cara jaringan telekomunikasi yang telah dibangun, membuatnya lebih terbuka, fleksibel, dan inovatif. Lantas, bagaimana cara kerjanya? Berikut pembahasannya:
Dilansir dari laman National Institute of Standards and Technology, prinsip utama Open RAN adalah disagregasi atau pemisahan elemen perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) jaringan yang memungkinkan vendor berbeda untuk bekerja sama.
Open RAN mendorong persaingan, memicu ide-ide baru, dan menghasilkan jaringan yang lebih cerdas serta efisien. Inovasi ini ditandai dengan pemisahan elemen jaringan dan penggunaan controller cerdas (RIC) untuk mengelola kompleksitas 5G.
Untuk menjamin interoperabilitas antar-peralatan dari berbagai vendor, Open RAN memerlukan antarmuka yang terdefinisi dan terstandardisasi. Upaya standarisasi ini dipimpin oleh O-RAN Alliance, sebuah komunitas internasional yang terdiri dari operator, vendor, dan institusi akademis.
Baca juga artikel yang membahas Anti Blokir! Cara Setting VPN Android Gratis untuk Buka Semua Konten
Kepemimpinan Jepang: Inovasi Bersama dari NTT DOCOMO, NEC, dan JTower
Sebagaimana diberitakan RCR Wireless News, Jepang menjadi pionir Open RAN. Meskipun NTT DOCOMO dan NEC telah lama dikenal sebagai pemimpin dalam implementasi Open RAN skala besar, perusahaan lain seperti JTower kini turut memperkuat posisi di Negeri Sakura.
Tahun 2025 ini, JTower mengumumkan pengembangan perangkat radio 5G bersama (shared radio equipment) pertama di Jepang yang kompatibel dengan Open RAN untuk band Sub6.
Inovasi ini mewujudkan infrastruktur berbagi, yang memungkinkan operator seluler untuk tidak hanya berbagi antena dan repeater, tetapi juga peralatan radio. Langkah maju ini sangat signifikan karena menggunakan standar Open RAN, sehingga menciptakan lingkungan multi-vendor yang fleksibel.
Rencananya, JTower akan memulai pengujian interoperabilitas dengan keempat operator seluler utama Jepang pada tahun fiskal 2025.
Dampak Open RAN pada Jaringan 5G
Penerapan Open RAN, seperti yang dipelopori di Jepang telah membawa dampak revolusioner di antaranya:
-
Efisiensi Biaya dan Daya
Dengan kemampuan berbagi peralatan radio secara riil, unit baru yang dikembangkan dapat secara signifikan mengurangi ruang instalasi, menurunkan biaya konstruksi dan peralatan.
Penggunaan Open RAN juga efektif mengurangi konsumsi daya yang menjadi faktor penting bagi keberlanjutan dan profitabilitas operator.
-
Internet Super Cepat
Platform yang terbuka dan fleksibel memungkinkan penerapan 5G yang lebih cepat seiring dengan lonjakan lalu lintas data seluler global. Kecepatan internet sendiri didorong oleh penggunaan video, media sosial, dan terutama AI generatif yang membutuhkan bandwidth tinggi.
-
Solusi Tantangan Demografis
Bagi negara Jepang sendiri, Open RAN dan infrastructure sharing menawarkan solusi terhadap tantangan demografis yang unik.
Di tengah populasi yang Jepang menyusut dan sumber daya manusia yang terbatas, jaringan yang lebih efisien dan mudah dioperasikan adalah kunci untuk mempertahankan dan memperluas cakupan 5G, termasuk di area pedesaan dan daerah rawan bencana.
Apa Tantangan Open RAN di Masa Mendatang?
Meskipun menjanjikan, Open RAN juga menghadapi tantangan, terutama dalam hal kompleksitas integrasi komponen dari vendor berbeda.
Jika tidak ditangani dengan baik, integrasi sistem yang rumit dapat mengarah kembali pada solusi terintegrasi, yang berpotensi mengurangi keanekaragaman vendor yang menjadi tujuan Open RAN.
Di sisi teknologi, kompleksitas jaringan 5G dan kebutuhan kontrol real-time mendorong operator untuk mengadopsi solusi otomatisasi berbasis algoritma Machine Learning (ML) untuk pengoptimalan jaringan.
Sementara itu, secara global Open RAN menjadi fokus investasi dan penelitian pemerintah (seperti di Amerika Serikat) untuk mendorong pengembangan jaringan yang terbuka dan terstandardisasi.
Revolusi Open RAN yang dipimpin oleh Jepang, melalui upaya pionir NTT DOCOMO, NEC, dan inovasi shared radio unit oleh JTower, telah membuktikan bahwa jaringan 5G yang lebih terbuka, fleksibel, dan ekonomis adalah mungkin.
Open RAN tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya, tetapi juga menjadi cetak biru global yang krusial untuk mengatasi tantangan infrastruktur digital di era bandwidth tinggi. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Yang jaringan internet saja belum merata dan stabil…
Selain pembahasan mengenai Open RAN, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!