Bagikan:

JAKARTA – Amazon Web Services (AWS) mengatakan bahwa mereka akan berinvestasi sebesar 50 miliar dolar AS (Rp832 triliun). Dana ini digelontorkan untuk meningkatkan teknologi pemerintahan.

Secara spesifik, AWS berinvestasi untuk mengembangkan infrastruktur komputasi Kecerdasan Buatan (AI). Infrastuktur ini akan ditingkatkan secara khusus agar kemampuan AI-nya dapat menunjang kebutuhan pemerintah AS.

Sejalan dengan kerja sama ini, instansi pemerintah federal akan mendapatkan akses ke berbagai layanan AI milik AWS. Lewat proyek ini, AWS juga akan menambah 1,3 gigawatt daya komputasi khusus untuk beban kerja AI pemerintah.

Perluasan akses ini mencakup berbagai produk AWS seperti Amazon SageMaker AI untuk pengembangan dan Amazon Bedrock untuk penerapan model. Selain itu, pemerintah juga akan mendapatkan akses ke chatbot Claude milik Anthropic.

Proyek yang akan berjalan mulai tahun depan ini akan menempatkan AWS sebagai penyedia utama solusi AI untuk Washington. Langkah ini sejalan dengan komitmen jangka panjang AWS terhadap sektor publik.

“Investasi kami dalam infrastruktur AI dan cloud pemerintah yang dirancang khusus akan secara fundamental mengubah cara lembaga federal memanfaatkan supercomputer,” kata CEO AWS Matt Garman, dikutip pada Selasa, 25 November.

Menurut Garman, investasi ini akan menghilangkan hambatan teknologi yang dihadapi pemerintah AS. Investasi ini dipercaya dapat mendorong Amerika sebagai yang terdepan dalam perkembangan AI.