JAKARTA - Honor resmi memamerkan salah satu eksperimen paling liar di industri smartphone. Robot Phone — ponsel dengan kamera yang bisa bergerak secara fisik seperti lengan robot — kini terlihat dalam foto asli di ajang Honor User Carnival di China. Jika sebelumnya terdengar seperti gimmick, wujud nyatanya ternyata malah lebih absurd dan futuristis.
Perangkat tersebut dipamerkan dalam tiga warna, hitam, putih, dan emas, dengan opsi punggung kaca atau kulit sintetis. Namun semua itu kalah menonjol dibanding fitur yang bikin netizen geleng-geleng kepala: modul kamera utama yang duduk di atas lengan bermotor lengkap dengan gimbal bawaan. Saat terlipat, kameranya terlihat biasa. Tapi cukup satu ketukan tombol, dan modul itu muncul seperti appendage robot kecil dari film sci-fi.
BACA JUGA:
Begitu lengan itu terangkat, ponsel ini bisa melakukan hal yang belum pernah ada di ponsel mana pun. Kamera utama bisa dipakai untuk selfie tanpa perlu membalik perangkat. Rekaman video jadi lebih stabil berkat gimbal fisik. Bahkan ponsel bisa mengunci dan mengikuti subjek secara otomatis, cocok untuk pengguna yang ingin bikin vlog tanpa tripod. Diletakkan di atas meja, atau diselipkan ke saku kemeja, modul ini dapat berputar sendiri dengan bantuan AI untuk menjaga framing.
Fitur paling unik berada di langit malam: mode pelacakan bintang. Lengan kamera dapat menyesuaikan diri secara perlahan mengikuti pergerakan konstelasi. Efeknya, pengguna bisa mengambil foto long-exposure tanpa perangkat tambahan seperti mount astronomi — sesuatu yang belum bisa dilakukan ponsel lain.

Awalnya ide lengan mekanis di dalam ponsel terdengar seperti buang-buang ruang. Tapi setelah melihat bagaimana fitur seperti star-tracking bekerja, konsep ini terasa lebih seperti inovasi nyata ketimbang gimmick. Meski begitu, belum ada jaminan perangkat eksperimental ini akan diproduksi massal. Untuk sekarang, ia berdiri sebagai salah satu proyek smartphone paling aneh, ambisius, dan beraroma sci-fi yang muncul dalam beberapa tahun terakhir.
Dunia teknologi selalu melahirkan eksperimen menyenangkan seperti ini, dan Robot Phone memberi pengingat bahwa di balik layar kaca ponsel, kreativitas mekanis masih bisa bikin industri berputar ke arah yang tak terduga.