JAKARTA - OnePlus 15, yang dibekali chipset terbaru Snapdragon 8 Elite Gen 5, ternyata mengalami kendala manajemen suhu saat menjalani uji stres berat. Dalam pengujian intensif, perangkat mengalami overheat hingga memaksa sistem melakukan shutdown serta membatasi akses ke aplikasi, meski memiliki baterai besar 7.300mAh. Untuk penggunaan harian perangkat tetap aman, namun gamer berat dan pengguna emulator mungkin akan menemukan keterbatasan performa jangka panjang.
Sebagai flagship terbaru, OnePlus 15 menawarkan performa tinggi dan dengan mudah menangani aktivitas harian maupun benchmark sekali jalan. Namun, menurut hasil pengujian yang dilakukan Android Authority, performanya berubah drastis saat chipset didorong pada beban grafis berat dalam waktu lama.
Dalam uji stres berulang—didesain untuk mensimulasikan sesi gaming berkepanjangan—OnePlus 15 kesulitan mempertahankan performanya. Beberapa kali perangkat gagal menyelesaikan rangkaian benchmark dan bahkan menutup proses secara paksa karena panas berlebih.
BACA JUGA:
Pada salah satu pengujian 3DMark, suhu bagian luar perangkat mencapai 52,7°C, tingkat panas yang terlalu tinggi untuk digunakan dengan nyaman. Setelah itu, perangkat menghentikan benchmark dan membatasi akses ke aplikasi non-esensial hingga suhunya turun.
Hasil ini menimbulkan pertanyaan mengenai sistem pendinginan dalam desain flagship yang ramping tersebut. Untuk perbandingan, perangkat lain dengan chipset sama, seperti REDMAGIC 11 Pro, mampu menyelesaikan tes berkat sistem pendinginan agresif termasuk kipas internal. Lebih buruk lagi bagi OnePlus, perangkat saudara dari perusahaan yang sama, Oppo Find X9 Pro dengan chipset Dimensity 9500, mampu menyelesaikan pengujian tanpa masalah panas.
Respons OnePlus
Menanggapi laporan tersebut, OnePlus menyatakan bahwa uji stres tersebut jauh lebih berat daripada penggunaan normal atau bahkan sebagian besar game populer. Perusahaan menegaskan bahwa perangkat tetap berada dalam batas suhu normal untuk penggunaan sehari-hari. Mereka menjelaskan bahwa shutdown terjadi karena prosesor mencapai “thermal ceiling” saat menjalankan beban ekstrem.
Memang benar bahwa dalam penggunaan ringan hingga sedang, OnePlus 15 beroperasi tanpa masalah. Namun ketidakmampuan perangkat mempertahankan performa puncak dalam waktu panjang menjadi perhatian bagi pengguna berat—terutama gamer, pengguna emulator, atau mereka yang membutuhkan frame rate stabil dalam sesi permainan kompetitif.
OnePlus 15 masih tergolong perangkat baru di pasar, sehingga optimalisasi perangkat keras dan perangkat lunak kemungkinan masih akan ditingkatkan. Pengguna dan pengamat berharap OnePlus dapat menghadirkan peningkatan manajemen panas pada pembaruan mendatang atau produksi batch berikutnya.