Bagikan:

JAKARTA - Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menyebutkan bahwa ada 93.819 rekening yang diblokir akibat scam online, dengan kerugian Rp7 triliun.

Sementara itu, laporan dari Global Anti-Scam Alliance GASA) Asia 2024, menunjukkan 65% masyarakat Indonesia mengalami upaya penipuan setiap minggunya.

"Ini Rp7 triliun baru yang dilaporkan ya, kita tidak tahu yang tidak dilaporkan. Biasanya kalau yang kena orang-orang yang tidak di perkotaan, itu kan tidak melaporkan," tutur Edwin dalam acara Ngopi Bareng Komdigi pada Jumat, 14 November.

Dari total kerugian tersebut, Edwin menyebut hanya Rp367 miliar yang berhasil dikembalikan, atau hanya sekitar 5,4%. Dengan demikian, Ia menilai angka-angka ini menunjukkan betapa rentannya masyarakat Indonesia terhadap kejahatan digital.

Untuk itu, Edwin menekankan pentingnya peran operator seluler dalam upaya penanggulangan scam. Menurutnya, industri telekomunikasi harus mulai menjalankan tanggung jawab bisnis secara lebih serius untuk melindungi pelanggan.

"Ini salah satu hal yang penting yang sedang kita bereskan, bagaimana to pay clean industry telco ini tidak hanya sehat pertumbuhannya, tapi juga kuat responsibiliti-nya menjaga customer-nya," tegasnya.

Dalam waktu dekat, Edwin menambahkan, Menkomdigi, Meutya Hafid, akan mengumumkan langkah resmi yang mewajibkan operator seluler membangun infrastruktur dan teknologi anti-scam.

"Dalam waktu dekat nanti akan, Ibu Menteri sendiri yang akan mengumumkan, mereka diminta untuk membangun infrastruktur ataupun anti-scam teknologinya mereka. Jadi untuk menglindunginya jangan sampai spam call yang menggunakan masking. Nomor-nomor yang di-masking," tuturnya.