Bagikan:

Jakarta — Bocoran terbaru mengungkap detail menarik soal duo andalan Samsung berikutnya, Galaxy S26 dan S26 Plus. Meski pembaruan besar tampaknya tidak banyak, seri ini membawa beberapa peningkatan halus — termasuk kamera telefoto 12MP dan desain lebih ramping lengkap dengan magnet bawaan untuk pengisian nirkabel Qi2.

Menurut laporan SmartPrix pada Senin 10 November, Samsung tampaknya tidak akan banyak mengubah formula pada model non-Ultra kali ini. Rumor sebelumnya menyebut S26 dan S26 Plus akan mengadopsi sensor ultrawide baru 50MP, namun informasi terbaru membantah hal itu. Keduanya justru masih akan memakai sensor Sony IMX564 12MP yang sudah digunakan selama beberapa generasi terakhir.

Untuk kamera utama, Samsung tetap mempertahankan resolusi 50MP, namun mengganti sensornya dengan ISOCELL S5KGNG yang lebih baru. Meski disebut sebagai perangkat keras baru, ukuran sensornya sama seperti sebelumnya, sehingga peningkatannya kemungkinan hanya terasa kecil di penggunaan nyata.

Satu-satunya peningkatan berarti tampaknya ada pada kamera telefoto. S26 dan S26 Plus dilaporkan akan membawa sensor ISOCELL S5K3LD beresolusi 12MP — naik dari 10MP pada generasi sebelumnya. Ini sejalan dengan bocoran serupa pada Galaxy S26 Ultra, yang berarti seluruh lini S26 akan mendapat kamera telefoto yang sama.

Dari sisi daya, bocoran firmware menunjukkan baterai 4300mAh untuk Galaxy S26 dan 4900mAh untuk S26 Plus — sama seperti seri S25. Namun kabar baiknya, Samsung dikabarkan akan menghadirkan fitur Advanced Professional Video (APV) ke model standar, yang sebelumnya eksklusif untuk varian Ultra. Fitur ini memungkinkan perekaman 4K 60FPS di kamera depan maupun belakang.

Seri Galaxy S26 dijadwalkan meluncur pada Februari 2026, dan kabarnya akan disusul oleh model ramping baru pada akhir tahun — diklaim lebih tipis dari S25 Edge.

Sementara itu, bocoran lain dari @UniverseIce membocorkan skema pabrik Galaxy S26 yang menunjukkan desain baru dengan ketebalan hanya 6,9 mm — 0,3 mm lebih tipis dari S25. Ini menjadikannya salah satu ponsel flagship tertipis yang tetap praktis digunakan.

Yang menarik, Samsung kini menanamkan magnetic ring di sekitar koil pengisian daya nirkabel. Magnet ini bukan sekadar gimmick, melainkan dukungan penuh untuk standar Qi2, memungkinkan aksesori seperti charger, stand, dan car mount menempel dengan mudah layaknya sistem MagSafe milik Apple.

Layar juga mengalami sedikit peningkatan. Galaxy S26 akan membawa panel Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,3 inci dengan kecerahan puncak hingga 3.000 nits — lebih terang dari S25 yang mentok di 2.600 nits. Meski ukuran yang lebih besar mungkin membuatnya terasa kurang “compact”, peningkatan visibilitas di luar ruangan jelas jadi nilai tambah.

Untuk dapur pacu, Samsung kemungkinan menggunakan chip 2nm Exynos 2600 untuk sebagian besar wilayah, sementara pasar AS dan China akan mendapat versi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Namun dari sisi pengisian daya, belum ada perubahan signifikan. Seperti S25, S26 kabarnya masih dibatasi di 25W kabel dan 15W nirkabel. Meski kini punya magnet bawaan, belum ada indikasi bahwa kecepatan pengisian nirkabel akan meningkat.

Samsung masih menahan banyak rahasia tentang seri S26, tapi satu hal jelas: perusahaan tampaknya sedang menyempurnakan pengalaman flagship tanpa mengubah terlalu banyak hal — lebih tipis, lebih rapi, dan sedikit lebih pintar secara teknis.

Seri Galaxy S26 diperkirakan akan resmi meluncur global pada Februari 2026