JAKARTA - IBM bekerja sama dengan National Renewable Energy Laboratory (NREL), dalam meluncurkan IBM Impact Accelerator, program pro bono yang membantu organisasi dan pemerintah mengembangkan solusi AI untuk ketahanan lingkungan dan ekonomi.
Proyek ini berfokus pada penguatan rantai pasok secara berkelanjutan di Asia Tenggara, termasuk Singapura dan Indonesia, dengan memanfaatkan solusi berbasis AI guna mengoptimalkan sumber daya, modernisasi rantai pasok, mengurangi emisi, serta memperluas kesiapan digital.
Melalui kemitraan ini, NREL Foundation dan IBM akan mengembangkan platform berbagi data berbasis AI yang disebut dengan Community Associated Knowledge Environment (CAKE).
Platform tersebut dirancang untuk memperkuat sistem pangan, energi, dan air dengan menyediakan visualisasi dan analisis real-time yang dapat dimanfaatkan oleh pembuat kebijakan, LSM, dan pelaku bisnis.
"Kami berharap proyek ini mampu menghadirkan sistem manajemen data yang tangguh dan skalabel untuk meminimalkan risiko rantai pasok sekaligus meningkatkan kinerja,” kaya Executive Director, NREL Foundation, Doug Arent dalam pernyataannya dikutip Minggu, 9 November.
IBM dan NREL Foundation akan menjalankan kolaborasi dua tahun dalam dua fase. Fase pertama dimulai dengan metodologi IBM Garage, perancangan solusi berbasis kebutuhan di lapangan.
BACA JUGA:
Pada fase berikutnya, IBM akan membantu peserta mengimplementasikan teknologi yang mendukung dampak sosial dan lingkungan.
“IBM berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan di Asia Tenggara dan, melalui kolaborasi dengan NREL Foundation, ingin semakin mendorong pembangunan dengan memanfaatkan AI,” tegas Catherine Lian, General Manager dan Technology Leader, IBM ASEAN.
IBM sendiri telah berkomitmen menyalurkan hingga 45 juta dolar AS (Rp750 miliar) dalam bentuk bantuan dana, teknologi, dan layanan selama lima tahun melalui program Impact Accelerator untuk menghadapi tantangan lingkungan dan ekonomi di seluruh dunia.