Bagikan:

YOGYAKARTA - Dalam sebuah rangkaian lampu sein mobil, ada beberapa komponen yang saling berhubungan untuk menyalakan lampu. Dengan demikian, lampu dapat menyala dan menjadi penanda jika Anda akan berbelok. Hal tersebut dapat membantu kita terhindar dari risiko kecelakaan seperti tabrakan. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa komponen yang terdapat di dalam rangkaian lampu sein dan juga cara kerjanya. Simak  penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Komponen Rangkaian Lampu Sein pada Mobil

Dilansir dari laman Daihatsu, di bawah ini adalah beberapa komponen rangkaian lampu sein pada mobil yang harus Anda ketahui.

Aki

Aki adalah komponen rangkaian lampu sein pada mobil yang paling utama. Aki dapat dikatakan sebagai baterai sebab berfungsi sebagai penyuplai arus listrik. Dengan demikian, sistem kelistrikan mobil dapat bekerja dengan baik termasuk lampu sein.

Saklar

Komponen ini berguna sebagai pengaktif sistem kelistrikan sehingga lampu sein dapat diaktifkan ke arah kanan atau kiri sesuai dengan arah yang Anda tuju. Komponen ini terletak di area sekitar setir mobil dan memiliki bentuk seperti tuas. Komponen ini juga berfungsi untuk menyalakan lampu kepala.

Fuse

Komponen ini berguna untuk mengamankan rangkaian sistem kelistrikan mobil dari korsleting. Di dalam fuse sendiri ada kawat yang cukup tipis. Kawat tersebut selanjutnya akan memutus arus listrik yang terlalu besar atau melebihi kapasitas arus listrik kawat. Sehingga, sistem kelistrikan mobil aman dan tidak terbakar.

Flasher

Komponen ini dibagi menjadi dua jenis yaitu flasher elektronik dan bimetal. Kedua jenis komponen ini berguna untuk menciptakan efek kedip ketika lampu sein diaktifkan. Untuk jenis elektronik, memanfaatkan rangkaian flip flop untuk menghasilkan efek kedip on-off secara periodik.

Adapun untuk jenis bimetal, untuk menghasilkan efek kedip, flasher menggunakan panas yang menginduksi plat.

Relay

Komponen relay ini berguna untuk menjembatani arus listrik yang berasal dari aki atau baterai menuju lampu sein melalui kontak. Di dalam kontak tersebut, terdapat selenoid coil yang langsung terhubung dengan saklar untuk mengalirkan arus listrik.

Wiring

Wiring adalah serangkaian proses perangkaian kabel yang dikaitkan ke seluruh komponen kelistrikan mobil. Dengan adanya wiring, kabel-kabel dalam sistem kelistrikan mobil akan tampak rapi. Selain itu, wiring juga berguna untuk mengaitkan arus listrik yang berasal dari baterai atau aki menuju ke semua komponen rangkaian lampu sein.

Bohlam lampu

Komponen ini berfungsi sebagai tempat pengubah energi listrik sehingga menjadi energi cahaya. Dengan demikian, saat lampu sein diaktifkan, akan keluar cahaya kuning dari bohlam lampu sebagai penanda mobil akan berbelok.

Cara Kerja Lampu Sein

Lampu sein mempunyai cara kerja sendiri. Ketika lampu sein mobil dinyalakan. Maka aki akan menghantarkan aliran listrik menuju bagian kunci kontak. Setelah itu, arus listrik akan diteruskan ke bagian fuse sein dan diteruskan ke terminal B1.

Arus listrik dari B1 kemudian diteruskan ke bagian F2 flasher menuju terminal F1. Jika saklar lampu sein ke arah kanan dinyalakan, arus listrik dari terminal F1 akan diteruskan ke bagian TR sehingga lampu sein kanan baik bagian depan atau belakang mobil akan menyala bersamaan dan berkedip. Tidak hanya lampu sein kanan mobil yang menyala, lampu indikator panel dashboard juga akan menyala sebagai penanda bahwa lampu sein sudah berfungsi.

Namun, jika Anda menggeser saklar lampu sein ke arah kiri, yang akan menyala adalah lampu sein kiri mobil baik bagian belakang maupun depan. Ketika Anda hendak menghidupkan lampu sein, pastikan kunci mobil Anda ON agar lampu sein dapat menyala.

Demikian ulasan tentang rangkaian lampu sein​ dan cara kerjanya. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.