Bagikan:

JAKARTA - Google mengatakan bahwa kemungkinan ada lebih dari 100 perusahaan yang terkena dampak kampanye peretasan yang menargetkan Oracle.

Raksasa penelusuran itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "sejumlah besar data pelanggan" telah dicuri dalam operasi yang kemungkinan telah dimulai sejak tiga bulan lalu.

"Tingkat investasi ini menunjukkan bahwa aktor ancaman yang bertanggung jawab atas intrusi awal kemungkinan besar telah mengalokasikan sumber daya yang signifikan untuk riset pra-serangan," demikian isi email tersebut melansir Reuters. 

Dalam sebuah catatan di posting blognya, Google menjelaskan, kelompok yang diyakini berada di pusat intrusi, CL0P, memiliki sejarah panjang dalam melakukan kompromi luas terhadap penyedia perangkat lunak atau layanan pihak ketiga.

Oracle juga telah mengonfirmasi serangan tersebut. Perusahaan menjelaskan bahwa serangan tersebut memanfaatkan kerentanan perangkat lunak yang sebelumnya telah berhasil diidentifikasi.  

Salam pernyataan terbaru, Oracle mengaku tengah melakukan investigasi untuk menemukan adanya potensi penggunaan kerentanan yang sebelumnya telah diidentifikasi dan telah ditangani dalam Critical Patch Update Juli 2025. 

“Oracle kembali menegaskan rekomendasi kuatnya agar pelanggan segera menerapkan Critical Patch Update terbaru,” tegas perusahaan. 

cl0p sendiri merupakan jaringan ransomware yang dikenal menggunakan model ransomware-as-a-service, yang menyewakan perangkat lunak dan infrastruktur mereka kepada penjahat siber lain dengan sistem bagi hasil.

Identitas anggota maupun lokasi kelompok ini tidak diketahui publik, tetapi para peneliti keamanan siber telah lama menilai cl0p berafiliasi dengan jaringan berbahasa Rusia.