Bagikan:

JAKARTA - Agate International (Agate), pengembang gim terkemuka di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, merilis The State of Indonesia’s Game Industry White Paper. 

Laporan ini menghadirkan analisis komprehensif mengenai kondisi industri gim Indonesia, mencakup peluang pasar, perilaku pengguna, regulasi pemerintah, hingga kemampuan pengembang lokal. 

“Agate meluncurkan The State of Indonesia’s Game Industry White Paper dengan tujuan untuk memberikan panduan bagi pihak-pihak yang tertarik mengeksplorasi industri gim Indonesia,” kata Co-founder dan CEO Agate, Shieny Aprilia. 

Dalam laporan tersebut, Agate menemukan bahwa dominasi studio gim asing yang masih menguasai mayoritas pasar, sementara pengembang lokal baru mencatat 0,5% pangsa pasar. 

Padahal, Indonesia merupakan salah satu pasar gim dengan pertumbuhan tercepat di dunia, didorong oleh populasi besar dan penetrasi ponsel yang meluas. 

Agate juga sangat menyayangkan fakta tersebut. Karena menurutnya, kualitas gim lokal semakin meningkat dan bahkan sudah mampu bersaing di pasar internasional. 

“Sulitnya akses terhadap informasi yang komprehensif dan dapat dipercaya, terutama bagi pihak asing yang tertarik memahami pasar Indonesia, menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan ekosistem gim tanah air,” tambah Shieny. 

Lebih jauh, The State of Indonesia’s Game Industry White Paper turut membahas berbagai program pemerintah yang dirancang untuk memperkuat ekosistem gim di Indonesia. 

Beberapa diantaranya adalah Indonesian Game Rating System (IGRS), program pendanaan, perlindungan hak cipta, dan program komunitas untuk membantu memasarkan gim lokal. 

Lewat white paper ini, Agate menekankan pentingnya kolaborasi jangka panjang antara penggiat industri, pemerintah, dan pemodal. 

Agate juga memberikan merekomendasikan untuk meningkatkan akses permodalan untuk studio gim lokal serta program pengembangan talenta di bidang-bidang krusial seperti game design, untuk memajukan ekosistem gim Indonesia.