Bagikan:

JAKARTA — Hacktiv8 mengumumkan kolaborasi terbaru dengan Meta, platform yang menaungi Instagram, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam merilis program Akselerasi dengan Llama. 

Kolaborasi ini dilakukan untuk memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) open-source bagi para pengembang di Indonesia. Melalui program ini, lebih dari 100 pengembang hingga pemimpin teknologi akan mengikuti program selama sembilan minggu. 

"Akselerasi dengan Llama adalah inisiatif bersejarah—memberikan akses langsung kepada pengembang terhadap teknologi kelas dunia dan kesempatan untuk memecahkan masalah lokal di panggung global," kata Co-Founder Hacktiv8, Riza Fahmi, dalam keterangan yang VOI terima pada Rabu, 10 September. 

Riza menambahkan bahwa program ini tidak hanya dirancang untuk memperkenalkan AI yang mutakhir, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat kolaborasi. Oleh karena itu, Hacktiv8 menggandeng banyak pihak untuk memberdayakan inovator lokal. 

Sarim Aziz, Director of Public Policy for Emerging Markets Meta, meyakini bahwa, "akses ke model AI open-source seperti Llama dapat mempercepat pemecahan masalah dan kewirausahaan." Oleh karena itu, Meta menyambut baik kemitraan ini. 

Komdigi juga memberikan dukungan serupa. Menurut Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, kolaborasi ini penting diadakan untuk menunjukkan bagaimana pemerintah dapat bekerja sama dengan banyak pihak dalam memberdayakan talenta digital.

Menurut Nezar, program ini memastikan generasi berikutnya memiliki kesempatan untuk memanfaatkan kekuatan kecerdasan buatan. Pemerintah pun berkomitmen mendukung pengembangan AI yang aman, inklusif, dan bertanggung jawab.