JAKARTA - Venus Protocol, platform pinjaman keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang terbesar di BNB Chain, mengatakan bahwa layanannya sudah pulih total, setelah mengalami insiden siber.
Sebelumnya, perusahaan melaporkan bahwa telah terjadi insiden siber yang menyebabkan seorang penggunanya kehilangan aset kripto senilai 13,5 juta dolar AS atau sekitar Rp202,5 miliar akibat serangan phishing.
Serangan tersebut menargetkan pengguna dengan menipu mereka agar menyetujui transaksi berbahaya, yang kemudian memberikan akses ilegal bagi penyerang untuk menguras aset.
Update: Venus Protocol has been fully restored (withdrawals and liquidations resumed) as of 9:58PM UTC. ✅
The lost funds have been recovered under Venus' protection. ✅ https://t.co/y2uUwPqmtb
— Venus Protocol (@VenusProtocol) September 2, 2025
Perusahaan keamanan blockchain PeckShield sempat melaporkan kerugian sebesar 27 juta dolar AS (Rp405 miliar), namun kemudian mengoreksinya menjadi 13,5 juta dolar AS setelah memperhitungkan posisi utang pengguna.
Melansir Coin Central, penyerang diketahui mencuri stablecoin serta membungkus aset lain dari akun korban, dananya dikuras hanya dalam satu transaksi. Nah, menaggapi insiden itu, Venus Protocol sempat menghentikan layanannya untuk melakukan peninjauan keamanan menyeluruh.
BACA JUGA:
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan komunitas selama masa kritis ini. Penghentian sementara layanan diperlukan bukan hanya untuk mengamankan dana yang terkena phising, tetapi juga untuk melakukan pemeriksaan keamanan penuh dan memastikan antarmuka Venus tidak mengalami kompromi,” tulis Venus Protocol di akun resminya.
Mereka juga menegaskan dana pengguna yang sempat hilang berhasil dipulihkan sepenuhnya di bawah perlindungan platform.