Bagikan:

JAKARTA – NVIDIA akhirnya mendapatkan izin untuk mengekspor prosesor H20-nya ke China. Perusahaan tersebut telah menerima lisensi dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS).

Dengan diterimanya lisensi ini, NVIDIA kini dapat mengakses salah satu pasar utamanya tanpa hambatan. Melansir dari Reuters, pemberian lisensi ini juga menyusul batalnya larangan dalam menjual chip H20 ke China. Aturan ini sempat berlaku pada April lalu.

Saat pembatasan ini dilakukan, NVIDIA dikhawatirkan mengalami kerugian yang cukup besar. Perusahaan tersebut diperkirakan memangkas penjualannya hingga 8 miliar dolar AS (Rp130 triliun) pada Kuartal Juli.

NVIDIA sempat mengaku khawatir dengan pembatasan ekspor yang mereka alami. Mereka yakin hal tersebut akan berdampak secara finansial dan kerugian yang mereka alami diperkirakan mencapai 5,5 miliar dolar AS (Rp89 triliun).

Sebelum lisensi ini dikeluarkan, NVIDIA mengajukan permohonan kepada pemerintah AS untuk kembali melanjutkan penjualan unit prosesor H20 mereka ke China. Untungnya, permohonan ini disetujui sehingga NVIDIA bisa menekan kerugian yang mereka alami.

Meski H20 sudah diizinkan untuk dijual ke China, ekspor prosesor NVIDIA lainnya masih dibatasi. Secara keseluruhan, penjualan NVIDIA masih dibatasi untuk mendorong kemajuan AS.

Aturan ini bertujuan untuk memperlambat pengembangan Kecerdasan Buatan (AI) dan pertahanan di Beijing. Meski begitu, China tetap menjadi pasar semikonduktor terbesar di dunia dan pendorong pendapatan penting bagi perusahaan AS.