JAKARTA – Aplikasi pengeditan Canva kini terintegrasi dengan Claude, model Kecerdasan Buatan (AI) milik Anthropic. Melalui integrasi ini, para pengguna dapat membuat dan mengedit desain dengan mudah.
Pengguna dapat berinteraksi langsung dengan Canva tanpa perlu beralih platform. Mereka hanya perlu mengajukan prompt di ruang obrolan dan model AI tersebut akan melakukan pengeditan, sesuai dengan perintah yang diajukan penggunanya.
Pengguna dapat membuat presentasi dengan catatan pribadi mereka, mengubah ukuran gambar, atau mengisi template pengeditan secara otomatis. Pengguna juga dapat mencari kata kunci di Canva Docs, Presentasi, dan template mereka.
Setelah mendapatkan konten yang diinginkan dalam hasil pencari Claude, pengguna dapat memberikan perintah lanjutan seperti arahan untuk meringkas kontennya. Seluruh kemampuan ini hadir berkat Model Context Protocol (MCP) server yang diluncurkan Canva bulan lalu.
MCP memberikan Claude akses yang aman ke berbagai konten Canva. Protokol ini sering disebut sebagai 'port USB-C untuk aplikasi AI' dan menjadi standar sumber terbuka yang menghubungkan model AI ke aplikasi dan layanan lain.
BACA JUGA:
"Alih-alih mengunggah atau mentransfer ide secara manual, pengguna kini dapat membuat, meringkas, meninjau, dan menerbitkan desain Canva, semuanya dalam obrolan Claude," jelas Anwar Haneef, Kepala Ekosistem Canva, dikutip pada Selasa, 15 Juli.
Melansir dari The Verge, integrasi ini dapat diakses jika pengguna memiliki akun berbayar di Canva dan Claude. Biaya langganan di Canva mulai dari 15 dolar AS (Rp224 ribu) per bulan, sedangkan biaya langganan Claude sekitar 17 dolar AS (Rp276 ribu) per bulan.
Integrasi ini merupakan upaya terbaru Anthropic dalam memperluas kemampuan Claude ke layanan pihak ketiga. Sebelumnya, perusahaan tersebut juga menghubungkan Claude ke layanan lain seperti Figma, Notion, Stripe, dan Prisma.