Bagikan:

JAKARTA -Sergey Brin, salah satu pendiri Google, baru-baru ini mendonasikan saham Alphabet senilai sekitar 700 juta dolar AS (Rp11,3 triliun). Langkah ini melanjutkan pola filantropi besar yang dilakukan melalui Brin Wojcicki Foundation. Meski sudah mendonasikan jumlah yang sangat besar, kekayaan bersihnya diperkirakan masih mencapai sekitar 134 miliar dolar AS (Rp2.177 triliun), yang membuatnya tetap masuk dalam daftar 10 orang terkaya dunia.

Bagi yang mengikuti industri teknologi, nama Sergey Brin tentu sudah tidak asing. Ia adalah salah satu otak di balik lahirnya Google, perusahaan yang telah membentuk dunia digital modern. Kesuksesannya membangun Google membawa Brin meraih kekayaan luar biasa. Namun, perhatian baru-baru ini tertuju pada donasi besar yang ia lakukan—senilai 700 juta dolar AS dalam bentuk saham Alphabet.

Langkah ini bukanlah yang pertama bagi Brin dalam urusan filantropi besar. Pada 2023, ia juga tercatat menyumbang sekitar 600 juta dolar, dan di tahun 2024 telah memberikan lebih dari 100 juta dolar dalam beberapa kesempatan. Semua donasi ini sebagian besar disalurkan melalui Brin Wojcicki Foundation yang fokus mendukung riset Parkinson dan sejumlah tujuan sosial lainnya.

Meski detail penerima donasi kali ini tidak dipublikasikan, hal tersebut memang biasa terjadi karena Brin sering memberikan sumbangan kepada organisasi atau yayasan yang tidak diumumkan secara terbuka. Namun, dokumen dari Securities and Exchange Commission (SEC) mengonfirmasi bahwa donasi tersebut terbagi antara saham kelas A dan kelas C Alphabet.

Yang menarik, meski sudah memberikan donasi besar secara berkelanjutan, Sergey Brin tetap menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Kekayaan bersihnya yang masih sekitar 134 miliar dolar AS menunjukkan skala kekayaan yang dapat dibangun di industri teknologi dan bagaimana kekayaan tersebut bisa berkontribusi besar untuk kesejahteraan masyarakat lewat donasi strategis.

Brin sendiri mundur dari posisi Presiden Alphabet pada 2019, tetapi ia masih aktif di dewan direksi perusahaan dan tetap menjadi figur penting di dunia teknologi. Aktivitas filantropi Brin mencerminkan tren di kalangan para miliarder teknologi yang memanfaatkan kekuatan finansial mereka untuk mendukung berbagai tujuan sosial, sambil mempertahankan pengaruh ekonomi yang besar.