Bagikan:

JAKARTA - Seorang pengguna yang melacak iPhone-nya yang dicuri berhasil mengungkap jaringan pencurian global yang menunjukkan bahwa status terkunci pada perangkat tidak menghalangi pencuri untuk mengambil keuntungan. Dengan bantuan fitur Find My, perangkat tersebut akhirnya terlacak sampai ke distrik Huaqiangbei di Shenzhen, China — hanya sekitar 30 menit dari pabrik perakitan Foxconn tempat banyak iPhone dibuat.

Sam Amrani, seorang warga London, menjadi korban pencurian setelah dua pria dengan sepeda listrik merampas iPhone 15 Pro miliknya. Ia kemudian melacak perangkat tersebut berpindah lokasi di London, lalu ke Hong Kong, hingga akhirnya tiba di Shenzhen. Tepatnya, iPhone itu terlacak di dekat Gedung Feiyang Times, sebuah menara perkantoran yang menjadi pusat bisnis jual-beli iPhone bekas.

Meski banyak toko di daerah tersebut beroperasi secara legal, laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa beberapa di antaranya terlibat dalam perdagangan iPhone curian.

Perdagangan Besar-Besaran iPhone Curian

Di dalam mal dan gedung-gedung sekitar Feiyang Times, terdapat ratusan perusahaan kecil yang memperdagangkan iPhone dalam jumlah besar — kebanyakan berasal dari Hong Kong. Beberapa dari perangkat ini dalam kondisi tidak terkunci, sehingga mudah dijual kembali. Namun, mengejutkannya, iPhone yang masih terkunci pun tetap memiliki nilai jual.

Seorang penjual iPhone di Hong Kong yang diidentifikasi sebagai Kevin Li mengatakan bahwa meskipun pasar untuk iPhone terkunci sangat terbatas, di Shenzhen justru ada permintaan besar untuk perangkat semacam itu.

Menurut Li, iPhone yang terkunci biasanya dijual sekitar 30% dari harga iPhone yang tidak terkunci. Meskipun tidak bisa digunakan kembali, perangkat itu dibongkar untuk diambil komponen pentingnya seperti layar, baterai, dan kamera — yang kemudian dijual sebagai suku cadang.

Ancaman dan Pemerasan dari Pencuri

Meskipun penjual seperti Li mengklaim bahwa iPhone yang terkunci tidak bisa dibobol, laporan menunjukkan bahwa beberapa pemilik iPhone yang dicuri menerima pesan dari pencuri, yang berisi ancaman pemerasan atau penghapusan perangkat lain yang terhubung dengan akun iCloud mereka.

Apple dan pemerintah Shenzhen belum memberikan pernyataan terkait laporan ini. Namun, Kepolisian Hong Kong menyatakan bahwa mereka akan “mengambil tindakan yang sesuai bila diperlukan sesuai hukum yang berlaku.”

Sementara itu, Amrani bukan satu-satunya korban pencurian semacam ini. Polisi Metropolitan London melaporkan bahwa pada tahun 2023, rata-rata ada 157 ponsel pintar yang dicuri setiap hari di kota tersebut. Angka tersebut bahkan membuat Wali Kota London, Sadiq Khan, memanggil Apple, Google, dan perusahaan teknologi lainnya untuk membahas solusi peningkatan fitur anti-pencurian — meskipun produsen besar seperti Apple sudah menanamkan fitur keamanan sejak lama.