JAKARTA – Kelompok peretas Rusia menyerang situs web partai berkuasa Polandia, Platforma Obywatelska (PO). Hal ini dikatakan oleh Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, pada Jumat 16 Mei, dua hari sebelum pemilihan presiden.
"Dua hari sebelum pemilu, sekelompok peretas Rusia yang beroperasi di Telegram menyerang situs-situs Platforma Obywatelska. Situs partai Kiri dan PSL (partai agraria) juga menjadi target," tulis Tusk di platform media sosial X.
"Layanan terkait sedang melakukan tindakan intensif. Serangan masih berlangsung."
Pemerintah Eropa telah siaga tinggi terhadap potensi gangguan pemilu sejak Rumania membatalkan pemilihan presiden pada Desember 2024 karena tuduhan campur tangan Rusia, yang dibantah Moskow. Kedutaan Besar Rusia di Warsawa menyatakan tidak berkomentar.
BACA JUGA:
Kepala Kanselir Tusk, Jan Grabiec, sebelumnya mengungkap serangan ini tanpa menyebut pelaku di baliknya. Serangan terjadi beberapa jam sebelum dimulainya masa tenang kampanye menjelang putaran pertama pemilu presiden pada Minggu 18 Mei.
Wali Kota Warsawa yang liberal, Rafał Trzaskowski—anggota senior PO—bersaing dengan sejarawan Karol Nawrocki (kepala Institut Memori Nasional Polandia) dan nasionalis sayap kanan jauh, Sławomir Mentzen.
Sistem TI Platforma Obywatelska juga pernah diserang pada April lalu.