Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan komitmen dan dukungan untuk mempercepat transformasi digital bidang kearsipan nasional. 

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan arti penting pengelolaan arsip negara secara digital sebagai fondasi pengambilan kebijakan berbasis data dan sejarah.

“Saya kira penting sekali kekuatan arsip untuk pengetahuan dan juga praktik pengambilan kebijakan dari sudut pandang pemerintah, akademis hingga tokoh nasional, selain menjadi heritage yang bernilai sejarah,” kata Nezar. 

Nezar juga menyatakan arsip bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bagian dari memori kolektif bangsa yang harus dilestarikan dan dikelola secara modern. 

Oleh karena itu, menurutnya, digitalisasi arsip menjadi salah satu langkah krusial agar informasi sejarah dapat diakses secara cepat, akurat, dan aman.

“Bagi orang yang mengerti tentang sejarah, ini penting sekali. Dan pemimpin yang tidak mengerti sejarah pasti dilindas sejarah karena dia pasti mengulang kesalahan yang sama,” jelas Nezar.

Tidak lupa, Wamenkomdigi Nezar pun turut menekankan kembali arti penting pemanfaatan arsip dalam proses policy making, sebagaimana dilakukan negara-negara maju.

Ia menyebutkan, banyak negara-negara maju yang menggunakan kekuatan arsip dalam membuat kebijakan itu selalu historis. 

“Mereka tahu kesalahan masa lalunya apa, kekurangannya, dan kekuatan dari keputusan yang diambil di masa lalu. Sehingga bisa selalu maju dalam membuat kebijakan,” tandasnya.

Dalam mendukung transformasi digital kearsipan, Kementerian Komdigi akan menyiapkan infrastruktur digital melalui integrasi dengan Pusat Data Nasional (PDN), penguatan interoperabilitas sistem elektronik, serta perlindungan data arsip digital.