JAKARTA – Aturan divestasi TikTok sudah ditangguhkan selama hampir empat bulan, tetapi perusahaan itu tak kunjung berpisah dari ByteDance. Maka dari itu, Donald Trump akan memperpanjang batas waktunya.
Rencana ini disampaikan oleh Trump saat menghadiri program NBC News beberapa waktu lalu. Presiden AS itu mengatakan bahwa ia akan memperpanjang batas waktu penangguhan hingga 19 Juni 2025.
Trump masih berharap bahwa ByteDance akan menjual aset TikTok di AS ke calon pembeli di negaranya, terlebih lagi sudah banyak pihak yang mengajukan proposal pembelian ke ByteDance. Trump berkata, "Saya ingin melihatnya (divestasi TikTok) terlaksana."
Bukan tanpa alasan Trump mengizinkan TikTok beroperasi hingga saat ini. Selama masa kampanye, TikTok memberikan dukungan dan Trump mengakui hal itu. Ia mengatakan bahwa TikTok memiliki 'titik manis' selama masa pemilihan.
"TikTok sangat menarik, tetapi akan dilindungi," tambahnya. Sejauh ini, Trump sudah menangguhkan aturan divestasi TikTok sebanyak dua kali. Belum dipastikan berapa lama penangguhan ketiga ini akan berlaku.
Di sisi lain, penangguhan ini mendapatkan perlawanan dari senator Demokrat. Partai yang sempat mencalonkan Kamala Harris itu menyatakan bahwa Trump tidak memiliki kewenangan hukum untuk memperpanjang batas waktu penangguhannya.
BACA JUGA:
Kesepakatan AS dan China Terkait TikTok
Sumber terdekat ByteDance di AS, dilansir dari Reuters, mengatakan bulan lalu bahwa kesepakatan prospektif mengenai masa depan TikTok di AS masih berlangsung. Namun, pihak Gedung Putih dan pemerintah China perlu menyelesaikan masalah tarif dagang terlebih dahulu.
Trump sempat mengatakan bahwa China ingin kesepakatan TikTok di AS tercapai. Presiden AS itu berharap divestasi akan tetap tercapai tanpa perlu menurunkan tarif impor China. Namun, Trump dapat menurunkan tarifnya sedikit sebagai bagian dari kesepakatan.
"Pada suatu saat, saya akan menurunkannya karena kalau tidak, Anda tidak akan pernah bisa berbisnis dengan mereka. Dan mereka sangat ingin berbisnis," jelas Trump.