Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital menyediakan akses internet melalui Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-1 untuk menangani blank spot area di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. 

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menjelaskan kapasitas jaringan internet SATRIA-1 bisa mencapai kecepatan antara 4 sampai 5 Mbps. 

Menurutnya, dari total kapasitas SATRIA-1 sebesar 150 GB telah dibagi ke puluhan ribu titik yang tersebar di Indonesia. Bahkan, Pemkab Aceh Barat memiliki alokasi dua atau tiga titik untuk mendukung layanan pendidikan dan kesehatan.

“Jadi pakai SATRIA-1, nanti akan dibangun ground segment, di titik-titik yang memang dibutuhkan. Kapasitasnya mungkin tidak terlalu besar, tapi bisa mengatasi komunikasi yang sifatnya darurat atau emergency,” kata Nezar dalam siaran resminya dikutip Jumat, 2 Mei.

Meski demikian, Nezar mengatakan bahwa masih dibutuhkan pemetaan dan alokasi anggaran untuk membangun BTS. Karena tidak termasuk daerah 3T, Komdigi akan berkoordinasi dengan operator seluler dalam penyediaan BTS. 

“Nanti kita akan minta ke Indosat, Telkomsel, atau ini yang baru merger XL Smart. Saya kira XL Smart mungkin akan ambil itu, karena dia kan mau memperluas jangkauan,” tambah Nezar. 

Sementara itu Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menjelaskan saat ini masih terdapat lima kecamatan dari total 12 kecamatan di Aceh Besar yang masih blank spot. 

"Pada saat listrik padam, masa sinyalnya juga ikut padam bersamaan.  Di sana dalam satu hari, pasti 2 sampai 5 kali mati lampu, kemudian sinyalnya hilang. Ini yang menjadi kendala," tuturnya seraya mengajukan permohonan komitmen Kementerian Komdigi mengatasi blank spot yang masih terjadi.