JAKARTA – Meta AI baru diluncurkan dalam versi aplikasi mandiri di App Store dan Google Play Store. Meski masih terbilang baru, iklan dan paket berbayar sudah direncanakan akan tersedia di aplikasi tersebut.
Rencana ini diungkapkan langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg, pada Rabu, 30 April 2025. Dalam panggilan pendapatan kuartal pertama 2025, pemilik Meta itu membahas tentang penawaran paket premium atau berbayar terlebih dahulu.
Versi premium dari Meta AI akan membuka 'lebih banyak komputasi dan fungsi tambahan' menurut Zuckerberg. Selain itu, layanan yang dibedakan ini akan menawarkan kinerja yang lebih baik, jumlah token yang lebih banyak, dan masih banyak lagi.
Penambahan paket berbayar bukan sesuatu yang baru bagi chatbot Kecerdasan Buatan (AI). Aplikasi seperti ChatGPT milik OpenAI, Gemini milik Google, hingga Copilot milik Microsoft sudah menyediakan paket serupa di masing-masing platformnya.
BACA JUGA:
Meski rencana ini sudah diungkapkan, Zuckerberg tidak mengatakan kapan tingkatan premium akan ditambahkan ke aplikasi Meta AI. Fitur khusus untuk tingkatan ini juga belum terungkap karena Meta AI masih dikembangkan di beberapa wilayah.
"Saya perkirakan kami akan lebih fokus pada penskalaan dan pendalaman keterlibatan setidaknya selama tahun depan sebelum kami benar-benar siap untuk mulai membangun bisnis," kata Zuckerberg, dikutip dari The Verge.
Sementara itu, rencana penambahan iklan akan mengusung konsep 'rekomendasi produk'. Meta mungkin akan menambahkan model iklan lainnya ke dalam Meta AI, tetapi tidak dalam waktu dekat. Untuk saat ini, perusahaan tersebut akan fokus pada pengembangan aplikasi.