JAKARTA – OpenAI menghadapi gugatan baru atas tuduhan pelanggaran hak cipta. Perusahaan ini digugat oleh Ziff Davis, pemilik beberapa media digital seperti CNET, PCMag, IGN, dan Everyday Health.
Dilaporkan pertama kali oleh The New York Times, Davis menuding OpenAI membuat salinan persis dari karya medianya tanpa izin. Menurut Davis, tindakan penyalinan ini dilakukan 'dengan sengaja dan tanpa henti' sehinga merugikan perusahannya.
Davis juga menyatakan bahwa OpenAI melatih model Kecerdasan Buatan (AI) dengan konten yang dibuat perusahaannya. Tak hanya itu, OpenAI diyakini menghapus informasi hak cipta dari berbagai konten yang diambil dan dipelajarinya.
Davis menekankan bahwa perusahaan AI itu telah 'menyalin, memperbanyak, dan menyimpan' karya tulis medianya untuk membuat tanggapan di ChatGPT. Sejauh ini, ada ratusan salinan teks yang berhasil ditemukan.
"(kami) telah mengidentifikasi ratusan salinan lengkap teks isi Ziff Davis Works hanya dalam sampel kecil kumpulan data WebText OpenAI yang dipublikasikannya," tulis gugatan tersebut.
BACA JUGA:
Ini merupakan salah satu gugatan penerbit terbesar yang pernah dihadapi OpenAI. Pasalnya, Davis merupakan pemilik 45 media dengan total karyawan mencapai 3.800 karyawan. Davis juga tidak menandatangi perjanjian lisensi konten dengan OpenAI.
Sebaliknya, Davis bergabung dengan New York Times, Intercept, Raw Story, AlterNet, dan kelompok perusahaan media di Kanada untuk mengunggat perusahaan AI tersebut. Melalui gugatan ini, Davis berharap bahwa pengadilan bisa berpihak pada media.
Dengan mencuri konten buatan media, OpenAI dinilai telah mengeksploitasi para penulis. Oleh karena itu, Davis meminta pengadilan untuk menghentikan tindakan eksploitasi yang dilakukan OpenAI dan menghancurkan kumpulan data atau model yang memuat kontennya.