Bagikan:

JAKARTA – Keamanan akun pengguna merupakan hal yang penting bagi TikTok sehingga platform distribusi video tersebut meluncurkan Security Checkup, alat baru untuk meningkatkan keamanan akun dengan mudah. 

Alat ini baru diperkenalkan pada Senin, 17 Maret 2025. TikTok mengatakan bahwa Security Checkup hadir dalam bentuk dasbor keamanan yang akan mengarahkan pengguna untuk memperkuat akunnya. Alat ini tidak sulit untuk diakses dan memiliki tampilan yang jelas. 

Berkat Security Checkup, pengguna bisa tahu apa saja yang perlu mereka lakukan untuk menjaga keamanan akun. Dasbor ini akan menunjukkan fitur keamanan apa saja yang harus pengguna isi atau pengguna aktifkan.

Jika fitur keamanan yang direkomendasikan telah diisi atau diaktifkan, pengguna akan melihat tanda centang berwarna hijau di sampingnya. Namun, jika fiturnya belum diaktifkan, pengguna akan melihat ikon tanda seru. Berikut ini beberapa fitur di Security Checkup

- Kunci Login Anda merupakan fitur yang disediakan untuk menautkan nomor telepon dan alamat email. Keduanya diperlukan agar pengguna memiliki metode login cadangan. 

- Gandakan Pertahanan Anda merupakan fitur untuk mengaktifkan Verifikasi 2 Langkah. Fitur ini disediakan agar akun pengguna dapat memiliki lapisan keamanan ekstra saat memasuki perangkat asing. 

- Pantau Perangkat Anda adalah fitur pemeriksaan perangkat secara berkala. Di fitur ini, pengguna bisa melihat di perangkat mana saja akun mereka digunakan. Jika perangkatnya tidak dikenal, perangkatnya dapat dihapus. 

- Deteksi Aktivitas Mencurigakan dengan Cepat merupakan fitur yang dapat mendeteksi perilaku akun yang tidak biasa. Jika tidak ada aktivitas mencurigakan, pengguna akan melihat keterangan 'Tidak ada aktivitas tidak biasa dalam 30 hari terakhir'. 

- Bebaskan Diri dari Kata Sandi dengan Kunci Sandi adalah fitur yang disediakan agar pengguna bisa mengakses akun tanpa kata sandi. Fitur ini memanfaatkan autentikasi biometrik berbasis perangkat seperti Face ID atau Touch Unlock. 

Security Checkup sudah diluncurkan ke seluruh pengguna, termasuk pengguna di Indonesia. Untuk mengakses dasbornya, pengguna hanya perlu membuka halaman Settings and Privacy, lalu membuka menu Security and Permission. Dasbor tersebut bisa ditemukan di dalamnya.