Bagikan:

JAKARTA – OpenAI mengumumkan bahwa jumlah pengguna ChatGPT telah meningkat dengan pesat. Per Februari ini, jumlah pengguna aktif mingguan ChatGPT telah melewati angka 400 juta.

Kabar ini disampaikan oleh juru bicara OpenAI, mengutip dari Reuters pada Jumat, 21 Februari. Hanya dalam waktu dua bulan, pengguna aktif mingguannya telah meningkat lebih dari 100 juta. Padahal, ChatGPT hanya memiliki 300 juta pengguna aktif pada Desember lalu.

Selain pengguna aktifnya yang mengalami peningkatan, pengguna paket bisnis berbayarnya juga bertambah. Pada Februari, jumlah pelanggan berbayarnya telah melampaui 2 juta pengguna. Jika dibandingkan dengan data September 2024, jumlahnya meningkat dua kali lipat. 

Ini merupakan kabar baik bagi perusahaan di tengah maraknya penggunaan chatbot bertenaga Kecerdasan Buatan (AI). Meski banyak aplikasi chatbot baru yang terus bermunculan, ChatGPT masih menjadi chatbot dengan peminat terbanyak. 

Data terbaru ini juga menunjukkan optimisme OpenAI di tengah kehebohan DeepSeek. Sejak Januari 2024, DeepSeek mendadak diminati oleh masyarakat di berbagai belahan dunia, bahkan di AS. Chatbot ini diklaim lebih baik dari para pesaingnya, termasuk ChatGPT.

Namun, lonjakan mjnat terhadap DeepSeek tidak membuat ChatGPT tergantikan. Pasalnya, tak lama setelah DeepSeek populer, chatbot buatan perusahaan China itu mulai diragukan karena masalah perlindungan data penggunanya. 

Platform ini diklaim menggunakan data pengguna secara berlebihan, bahkan sempat ada laporan yang menyatakan bahwa data DeepSeek yang berisi riwayat obrolan pengguna bocor di internet. Oleh karena itu, jumlah pengguna ChatGPT tetap mengalami peningkatan.