Bagikan:

JAKARTA – DeepSeek, aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI), berhasil melampaui popularitas ChatGPT di App Store. Aplikasi milik perusahaan rintisan asal China itu menjadi aplikasi gratis teratas di App Store AS.

Ini merupakan pencapaian yang baik bagi pengembang DeepSeek. Meski baru dirilis pada 10 Januari 2025, minat masyarakat AS terhadap aplikasi ini terus mengalami peningkatan. Puncaknya terjadi pada 27 Januari 2025 dengan menempati posisi teratas.

Pencapaian ini pertama kali dibagikan oleh Sensor Tower, firma riset yang terus mendata aplikasi. Pihak perusahaan belum mengungkapkan apa pun setelah DeepSeek melampaui ChatGPT di toko aplikasi Apple.

DeepSeek mendapatkan pujian karena model AI ini mampu menyamai atau bahkan melampaui model AI buatan AS. Dengan menghadirkan DeepSeek V3, aplikasi ini dilatih menggunakan chipset H800 milik NVIDIA.

Dana yang dihabiskan pun tidak banyak, hanya kurang dari 6 juta dolar AS (Rp97,4 miliar). Awalnya, efektivitas teknologi ini dipertanyakan karena chipset yang digunakan dinilai kurang bertenaga dan biaya pelatihannya tidak terlalu mahal.

Namun, temuan di App Store ini menunjukkan sebaliknya. Banyak yang tertarik dengan aplikasi DeepSeek. Bahkan, aplikasi ini menjadi perusahaan pertama yang dipuji berdasarkan kinerjanya oleh industri teknologi AS.

Perlu diketahui bahwa DeepSeek dibangun oleh perusahaan rintisan yang baru berdiri pada 2023 saat Baidu baru merilis model AI bahasa besar pertama di China. Perusahaan ini berada di Hangzhou, China.