Bagikan:

JAKARTA - Dominasi Honda Motorcycles and Scooters India Pvt Ltd di segmen skuter konvensional India tak otomatis berlanjut ke motor listrik. Meski Activa dikenal sebagai skuter terlaris di India, langkah Honda di segmen skuter listrik lewat Activa e dan QC1 justru tersendat, dengan penjualan jauh dari ekspektasi.

Situasi itu memaksa Honda melakukan evaluasi menyeluruh. Pabrikan asal Jepang tersebut kini dilaporkan tengah merancang ulang skuter listrik baru yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pasar India, dengan tingkat lokalisasi lebih tinggi demi mencapai harga yang kompetitif.

Melansir dari Rushlane, Sabtu, 3 Januari, skuter listrik anyar ini diproyeksikan menjadi jawaban atas kelemahan yang muncul pada Activa e dan QC1. Honda disebut akan mengadopsi berbagai pembelajaran dari dua model tersebut agar produk barunya lebih relevan secara fungsi maupun harga.

Sebagai catatan, Honda telah memproduksi total 11.168 unit kendaraan listrik, terdiri dari 4.636 unit Activa e dan 6.532 unit QC1. Namun hingga kini, penjualannya tergolong minim: Activa e baru terjual 740 unit dan QC1 sebanyak 4.461 unit.

Rata-rata penjualan bulanan masing-masing hanya 82 unit untuk Activa e dan 496 unit untuk QC1. Penjualan yang dimulai pada Februari 2025 itu bahkan dilaporkan merosot tajam hingga sekitar Oktober 2025.

Pada November 2025, beredar kabar Honda menghentikan produksi kedua model tersebut di India. Padahal, Activa e sempat diharapkan menjadi motor penggerak utama lewat sistem penggantian baterai Honda.

Kenyataannya, strategi harga dan skema berlangganan baterai dinilai kurang sesuai dengan preferensi konsumen lokal. Activa e dibanderol mulai 117.000 rupee atau setara Rp21 jutaan, dengan keterbatasan ruang bagasi dan jarak tempuh sekitar 102 km.

QC1 menawarkan pendekatan berbeda dengan baterai tetap yang bisa diisi daya di mana saja serta bagasi lebih fungsional. Namun komprominya cukup besar: jarak tempuh hanya 80 km dan kecepatan puncak 50 km/jam.

Ke depan, skuter listrik Honda yang tengah dipersiapkan untuk pasar India diharapkan mengemas berbagai faktor penting dalam satu paket. Mulai dari ruang bagasi yang memadai, kecepatan puncak yang kompetitif, jarak tempuh layak dalam sekali pengisian, fitur relevan, fleksibilitas pengisian daya, serta yang paling krusial adalah harga yang masuk akal bagi konsumen lokal.