JAKARTA - Honda tengah bersiap menghadapi salah satu fase transformasi terbesarnya di India. Setelah beberapa tahun bergerak relatif tenang, pabrikan asal Jepang itu siap tampil agresif dengan memperluas jajaran produk dan memperkenalkan teknologi baru, mulai dari kendaraan listrik hingga model hybrid dan SUV terbaru.
Saat ini, portofolio Honda di India masih terbatas pada lima model, yakni Amaze generasi kedua dan ketiga, Elevate, City, serta City e:HEV. Namun peta tersebut segera berubah, seperti dilansir Cartoq, Selasa, 6 Januari.
Hingga 2030, Honda diproyeksikan meluncurkan sedikitnya 10 model baru, dengan enam di antaranya berpotensi hadir mulai tahun ini. Jika rencana berjalan mulus, 2026 bakal menjadi momentum kebangkitan terbesar Honda di pasar tersebut.
Langkah krusial dimulai dengan peluncuran kendaraan listrik pertama Honda di India pada 2026. Model ini berupa SUV listrik yang dikembangkan dari keluarga Honda Seri 0, dan produksi dijadwalkan berlangsung pada paruh pertama 2026, sebelum akhirnya dipasarkan di India pada tahun yang sama.
SUV listrik ini akan menggunakan platform EV khusus terbaru dan diperkirakan mengusung baterai NMC berkapasitas 80–90 kWh, dengan ketebalan sekitar enam persen lebih tipis dibanding milik para rivalnya. Jarak tempuhnya diklaim mencapai sekitar 482 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Honda juga disebut menyiapkan opsi penggerak roda belakang serta penggerak semua roda, dengan sistem operasi kendaraan berbasis perangkat lunak ASIMO OS terbaru. Namun karena akan diimpor secara utuh atau CBU, banderolnya diprediksi berada di level premium.
Untuk pasar global, spesifikasinya mencakup teknologi ADAS Level 3, meski masih menjadi tanda tanya apakah fitur tersebut akan sepenuhnya tersedia di India. Selain listrik murni, Honda juga menaruh fokus besar pada teknologi hybrid.
Pada 2026, versi hybrid dari SUV Elevate dijadwalkan meluncur. Model ini mengombinasikan mesin bensin 1,5 liter siklus Atkinson dengan motor listrik yang lebih efisien serta paket baterai yang lebih ringan.
Konfigurasi tersebut diklaim lebih terjangkau dan mudah dirawat dibanding sistem yang digunakan City e:HEV. Pendekatan ini menjadi bagian penting strategi Honda, di mana mobil hybrid diposisikan sebagai jembatan transisi antara kendaraan bermesin bensin konvensional dan era kendaraan listrik penuh.
BACA JUGA:

Tak berhenti di situ, Honda juga berencana memperkenalkan SUV ZR-V. Model ini mengandalkan mesin hybrid bensin 2,0 liter yang dipadukan dengan transmisi e-CVT, menghasilkan tenaga sekitar 180 hp dan dilengkapi sistem penggerak semua roda.
Diimpor secara CBU, SUV ini diperkirakan dibanderol sekitar 50 lakh sebelum pajak dan lebih diarahkan sebagai produk citra ketimbang volume. Model ikonik lain yang dinanti adalah Prelude Coupe, dan direncanakan meluncur pada paruh pertama 2026.
Prelude akan kembali hadir sebagai CBU dengan mesin bensin 2,0 liter injeksi langsung siklus Atkinson, bertenaga sekitar 200 hp dan torsi 315 Nm. Alih-alih transmisi konvensional, mobil ini mengusung sistem S+ Shift khas Honda dan berbagi sejumlah komponen sasis dengan model performa global seperti Civic Type R.
Di segmen volume, Honda juga menyiapkan WR-V serba baru. SUV subkompak ini akan menjadi pintu masuk Honda kembali ke kelas yang sangat kompetitif, WR-V disebut menggunakan platform Amaze, dengan mesin bensin 1,2 liter i-VTEC dan pilihan transmisi manual maupun otomatis.
Saat diluncurkan, model ini akan berhadapan langsung dengan nama-nama populer seperti Tata Nexon, Maruti Brezza, Kia Sonet, dan Hyundai Venue. Sementara itu, Honda City juga tak luput dari pembaruan, sedan legendaris ini dijadwalkan menerima facelift kedua sebagai solusi transisi sebelum generasi baru hadir pada 2028.
Penyegaran tersebut mencakup revisi desain eksterior, peningkatan kualitas kabin, hingga potensi penambahan fitur modern seperti kamera 360 derajat. Dengan kombinasi SUV listrik, model hibrida, coupe ikonik, hingga produk volume, 2026 diproyeksikan menjadi titik balik Honda di India.