JAKARTA - Mobil listrik Deepal S07 nyaris terdegradasi dari peringkat keselamatan bintang lima setelah pembaruan perangkat lunak diluncurkan. Di mana, memungkinkan pengemudi mematikan peringatan gangguan secara permanen.
Fitur yang sejatinya dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan justru dianggap “mengganggu”, mendorong pabrikan menghadirkan opsi untuk menonaktifkannya. Sebagaimana dilansir oleh Drive, Kamis, 11 Desember.

Langkah tersebut langsung menuai kritik dari Euro NCAP, lembaga uji keselamatan kendaraan terkemuka di Eropa. Sebab, hal itu dinilai tidak selaras dengan standar keselamatan modern.
Alih-alih menyempurnakan sistem, mobil tersebut justru memberikan jalan bagi pengguna untuk mematikannya sepenuhnya. Ketika S07 debut sekitar setahun lalu, sistem keselamatannya memang mendapat sorotan.
Monitor perhatian pengemudi dinilai terlalu sensitif hingga beberapa media menyebutnya sebagai mobil paling menyebalkan di Australia. Menanggapi keluhan itu, Deepal merilis pembaruan perangkat lunak pertengahan tahun ini untuk memperbaiki fungsi tersebut.
Namun efek sampingnya cukup serius, monitor perhatian dan peringatan keluar jalur kini dapat dinonaktifkan secara permanen dan tidak kembali aktif saat mobil dihidupkan ulang. Deepal tetap bersikeras bahwa S07 yang telah diperbarui masih memenuhi standar ketat ANCAP untuk peringkat lima bintang.
Namun organisasi tersebut menetapkan aturan bahwa sistem pemantauan pengemudi harus aktif secara default setiap kali kendaraan dinyalakan, sebuah ketentuan yang kini tidak lagi dipenuhi. Hasilnya, pembaruan itu berdampak langsung pada skor Safety Assist S07.
Nilainya anjlok dari 78 persen menjadi tepat 70 persen, batas minimum untuk mempertahankan rating bintang lima. Penurunan ini terutama disebabkan hilangnya 1,32 poin dari fitur pemantauan pengemudi, karena dianggap tidak lagi memberikan intervensi ketika kelelahan atau gangguan terdeteksi.
"Euro NCAP kecewa karena telah menurunkan peringkat sistem pemantauan pengemudi untuk S07, yang dinilai pada tahun 2024, dengan mengizinkan pengemudi untuk menonaktifkan peringatan gangguan secara permanen, alih-alih menangani keluhan pengguna dan meningkatkan ketahanan sistem secara keseluruhan," bunyi pernyataan Euro NCAP.
Belum jelas apakah perubahan yang diterapkan di Australia juga berlaku di Eropa, atau hanya fungsi penonaktifannya saja yang menyebar ke pasar lain. Sementara itu, skor keselamatan lain pada Deepal S07 tidak mengalami perubahan.
Model ini tetap mencatat 95 persen untuk perlindungan penumpang dewasa, 86 persen untuk penumpang anak, dan 74 persen untuk perlindungan pengguna jalan yang rentan.
BACA JUGA:
Perlu diketahui, Deepal SO7 menjadi salah satu mobil yang dijual oleh Changan di Indonesia.
Mobil tersebut dijual dengan harga Rp599 juta (OTR Jakarta) setelah diluncurkan di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 pada November 2025. SUV listrik ini dibekali baterai berkapasitas 79,97 kWh, serta motor listrik yang dapat melepas 160 kW dengan torsi sebesar 320 nm.
Klaim perusahaan, mobil dapat melaju sejauh 560 km dengan satu pengisian baterai terisi penuh. Selain Deepal S07, Changan juga menjual Lumin EV di tanah air dengan harga Rp178 juta.