Bagikan:

JAKARTA - RMA Indonesia menunjukkan kepedulian nyata terhadap musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, pada akhir November lalu. Agen pemegang merek Mahindra itu menyerahkan empat unit pickup double cabin 4x4 pada Kementerian Pertahanan.

Penyerahan mobil Mahindra Scorpio ini juga merupakan hasil kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara. Bencana hidrometeorologi yang terjadi secara masif ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan mengisolasi banyak desa, membuat distribusi bantuan menjadi sangat sulit.

Penyerahan armada tangguh ini menjadi langkah konkret untuk membantu pemerintah memperkuat respons di lapangan, sekaligus mempermudah mobilisasi logistik kemanusiaan ke area yang sulit dijangkau. Di sisi lain, sekaligus mempererat kolaborasi strategis perusahaan dengan institusi pemerintah.

“RMA Indonesia tidak hanya berfokus pada eksistensi dan pertumbuhan bisnis di sektor otomotif. Lebih dari itu, kami memegang teguh tanggung jawab sosial sebagai bagian dari masyarakat Indonesia," ujar Country Manager RMA Indonesia Toto Suharto, dilansir dari keterangan resminya, Sabtu, 6 Desember.

"Kami berharap, unit kendaraan Mahindra yang terkenal tangguh di segala medan ini dapat mempercepat distribusi logistik dan menjangkau saudara-saudara kita, khususnya di beberapa daerah di Aceh yang masih terisolasi, sehingga bantuan dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat," lanjutnya.

Sementara itu Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan menyebut bahwa mobil tersebut bakal langsung dibawa ke daerah terdampak bencana. Ia pun berharap distribusi logistik bisa lebih mudah karena mobil memiliki performa yang tangguh,

"Tentu seyogyanya kami harapkan bisa untuk membantu di tiga daerah terdampak tersebut ya," ungkapnya.

Perihal spesifikasi, Mahindra Scorpio Double Cabin dilengkapi mesin turbo diesel berkapasitas 2.200 cc. Jantung pacu tersebut mampu melepas tenaga 140 hp dan torsi 320 Nm.

Tak hanya itu, pabrikan asal India ini pun telah memasangkan sistem penggerak 4x4. Sehingga pengemudi bisa menghadapi beragam kondisi jalan yang ekstrem sekalipun.

Hal ini penting karena jalur evakuasi terus berubah-ubah dari aspal rusak ke medan lumpur ekstrem. Mobil juga memiliki kabin belakang yang memungkinkan membawa logistik untuk didistribusikan kepada para masyarakat terdampak bencana.