Bagikan:

JAKARTA – Lepas Indonesia memilih jalur berbeda untuk menguatkan eksistensinya di industri otomotif Tanah Air. Alih-alih ikut terseret arus perang harga, merek ini justru menegaskan fokus pada strategi bisnis berkelanjutan.

Head of Dealer Network Development Lepas Indonesia Reva Rackhmadi, menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin terjebak dalam kompetisi harga yang dianggap semakin tidak sehat. Lepas pun merancang pendekatan yang terstruktur dari sisi internal maupun eksternal.

“Di sini (Indonesia), kami hadir dengan dua strategi baik untuk internal maupun eksternal. Dari sisi internal, kami akan membatasi jumlah dealer untuk kawasan Jabodetabek, maksimal sebanyak 20 dealer ini merupakan strategi yang pertama kita untuk mengatasi perang harga dari sisi internal,” ujarnya kepada wartawan di ajang GJAW 2025.

Pembatasan jumlah dealer ini dirancang untuk mencegah saling banting harga antar jaringan penjualan sendiri. Lepas ingin memastikan setiap dealer bergerak selaras, sekaligus menjaga standar pelayanan tetap konsisten bagi konsumen.

Tak hanya fokus ke dalam, strategi eksternal Lepas juga mengandalkan diferensiasi produk lewat teknologi. Perusahaan percaya bahwa nilai jual utama seharusnya lahir dari kualitas dan inovasi, bukan sekadar angka di daftar harga.

“Lepas menawarkan kelebihan yang tidak dimiliki oleh brand tersebut, nanti teman-teman bisa cek sendiri pada saat sesi khusus ketika kami menjelaskan Lepas elegent technology,” tambah dia.

Teknologi yang dimaksud meliputi beragam fitur pintar yang dirancang untuk memudahkan aktivitas sehari-hari. Di antaranya Automatic Parking Assist (APA) untuk parkir otomatis dan Remote Parking Assist (RPA) yang memungkinkan kendaraan diparkir dari jarak jauh hanya dengan kendali pengguna.

“Jadi ini yang kita harapkan, supaya Lepas dapat bersaing dari merek lain tanpa harus join atau ikut bertarung di perang harga,” lanjut Reva, diktuip Selasa, 25 November.

Sebagai andalan, Lepas memboyong Lepas L8, model PHEV premium yang menyasar segmen konsumen kelas atas. Konsumen sudah bisa melakukan pre-book dengan harga 589 jutaan On The Road (OTR) Jakarta sejak ajang GJAW 2025.

Soal efisiensi, Lepas L8 mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 1,49 liter/100 km, dengan kemampuan melaju dalam mode listrik penuh hingga 100 km. Berkat kombinasi mesin konvensional dan motor listrik, total jarak tempuhnya diklaim mampu menembus lebih dari 1.300 km.