JAKARTA – Toyota Indonesia bakal mempersiapkan Veloz Hybrid sebagai model ekspor terbaru untuk kawasan Asia Tenggara usai debut global di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025). Langkah ini menjadi sinyal kuat ekspansi strategi elektrifikasi Toyota.
Toyota Veloz hybrid sudah diproduksi secara lokal di fasilitas PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Pada tahap awal, TMMIN masih memprioritaskan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, selanjutnya bakal ekspor ke sejumlah negara.
"Ya itu kita usahakan. Kan semua model-model yang diproduksi dalam negeri kita usahakan ekspor. Cuma kan ini setir kanan, sedangkan tujuan ekspor tuh banyak yang setir kiri. Jadi memang kita ada development stage lah nanti untuk setir kiri gitu," kata Wakil Presiden Direktur PT TMMIN Bob Azam, di ajang GJAW 2025, belum lama ini.
"Jadi tahap awal setir kanan dulu. Kita sih berharap akan menambah (ekspor) ya. Pokoknya 2030 kita harapkan 50 persen ekspor kita tuh elektrifikasi," ujar Bob.
BACA JUGA:
Toyota sudah membuka pemesanan Veloz Hybrid sejak GJAW 2025 digelar. Konsumen yang melakukan pemesanan hingga Desember 2025 berhak menikmati harga spesial mulai dari Rp299 juta untuk varian V Grade, atau paling bawah.
Sedangkan untuk varian paling tinggi dibanderol Rp390 juta. Mobil ini menggunakan mesin berkode 2NR-VEX berkapasitas 1.500 cc, dikombinasikan dengan motor listrik, sistemnya serupa dengan yang dimiliki oleh Yaris Cross Hybrid dan ada beberapa penyesuaian.
"Hybrid sistemnya itu sama seperti Yaris Cross. Tapi tentu saja ini kan beda modelnya, yang satu 7 seater, satu 5 seater, tentu saja ada adjustment untuk membuat lebih optimal dalam berkendara atau efisiensi bahan bakar lebih maksimal," kata Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto.