JAKARTA - Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation dan Hino Motors Ltd resmi melakukan merger di Jepang, yang akan melahirkan entitas baru bernama Archion mulai tahun 2026 mendatang.
Merger yang berlangsung pada pertengahan tahun ini akan mengubah skema bisnis keduanya di Jepang. Salah satu langkah besar yang dilakukan adalah mengurangi jumlah lokasi produksi truk domestik dari lima menjadi tiga, dengan fokus di Pabrik Kawasaki (Prefektur Kanagawa), Pabrik Koga (Prefektur Ibaraki), dan Pabrik Nitta (Prefektur Gunma).
Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, Fuso akan menutup Pabrik Nakatsu di Aikawa, sementara Hino akan mengalihkan Pabrik Hamura di Tokyo kepada Toyota. Lantas, bagaimana dampaknya terhadap operasional di Indonesia?
SEE ALSO:
Menanggapi hal itu, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Aji Jaya, menyampaikan bahwa pihaknya hingga kini belum menerima informasi rinci terkait dampak merger tersebut terhadap kegiatan operasional di Indonesia.
“Belum ada informasi detail terkait impact secara langsung terhadap operasional Fuso maupun Hino di Indonesia sampai saat ini,” ujar Aji saat ditemui di sela kunjungan pabrik KTB di Cakung, Jakarta Timur, Rabu, 12 November.
Ia menambahkan, sejauh ini yang diketahui adalah bahwa kerja sama tersebut terjadi di tingkat prinsipal, mencakup pengembangan produk, pengadaan komponen, dan berbagai langkah efisiensi lainnya. “Untuk di Indonesia, kegiatan operasional masih berjalan normal seperti biasa. Sampai saat ini belum ada dampak yang dirasakan,” pungkasnya.