JAKARTA - Subaru salah satu produsen mobil yang tergolong lambat dalam hal pengembangan kendaraan listrik, cukup berbeda dengan merek Jepang lain yang terus bertransformasi.
Mengutip dari laman Autoindustriya, Rabu, 12 November, langkah tersebut tampaknya kini justru cukup tepat mengingat permintaan EV terus melambat, dan Subaru merevisi rencana elektrifikasinya, yang berfokus pada mesin ICE dan hybrid.
Jenama asal Jepang itu akan mengalokasikan investasi untuk memperkuat pengembangan dan produksi model mesin hybrid dan pembakaran internal. Saat ini, Subaru hanya menawarkan Solterra, Uncharted, dan Trailseeker EV, yang berarti model baru dapat ditunda atau direvisi secara besar-besaran.
Perlu dicatat bahwa, berdasarkan laporan kebijakan manajemen terbaru Subaru, merek tersebut masih percaya bahwa BEV akan memainkan peran sentral dalam rencana elektrifikasi jangka menengah hingga panjang. Tetapi untuk jangka pendek, perusahaan merevisi rencana investasinya untuk memasukkan pengembangan kendaraan ICE generasi berikutnya.
Subaru juga akan mengejar sistem produksi yang fleksibel dan efisien yang dapat merespons perubahan pasar terlepas dari apakah preferensi konsumen beralih dari EV baterai ke hybrid atau ICE, dan juga untuk menangkal dampak tarif.
BACA JUGA:
Perluasan Model
Subaru berencana untuk meningkatkan penjualan globalnya melalui perluasan produk. Setidaknya, akan ada 10 model baru dalam lima tahun mendatang yang akan diluncurkan jenama asal Jepang ini.
Produk yang akan hadir akan menghadirkan pengalaman luar biasa berkat kinerja mesin yang disematkan, termasuk untuk mobil yang ditujukan guna petualangan.