Bagikan:

JAKARTA – Sebuah studi terbaru dari perusahaan broker mobil bekas asal Swedia, Kvdbil, mengungkap bahwa baterai kendaraan listrik (EV) memiliki daya tahan yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Penelitian ini memberikan gambaran lebih akurat tentang tingkat degradasi baterai setelah penggunaan jangka panjang.

Dalam analisis terhadap 1.366 kendaraan listrik, yang terdiri dari 723 mobil listrik murni dan 643 plug-in hybrid Kvdbil menemukan bahwa delapan dari sepuluh unit masih mempertahankan 90 persen atau lebih dari kapasitas awal baterainya.

Hasil ini menunjukkan bahwa penurunan performa baterai EV tidak secepat yang banyak diperkirakan selama ini, seperti dilansir dari TechRadar, Senin, 3 November. Pemimpin pengujian Kvdbil Martin Reinholdsson, menjelaskan bahwa ada sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi baterai kendaraan listrik.

“Usia, iklim, gaya mengemudi, dan kebiasaan mengisi daya memainkan peran besar dalam tingkat keausan baterai,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa daya tahan baterai sangat dipengaruhi oleh cara kendaraan digunakan dan dirawat sehari-hari.

Dalam hasil penelitian, merek Kia tercatat memiliki performa terbaik dalam hal kesehatan baterai. Model seperti Kia EV6 dan Kia e-Niro menunjukkan tingkat kesehatan baterai (State of Health/SoH) tertinggi. Sementara di kategori plug-in hybrid, Kia Sportage PHEV dan Kia Optima PHEV juga mencatatkan hasil yang konsisten baik.

Selain itu, analisis terhadap lebih dari 8.000 sertifikat kesehatan baterai dari perusahaan leasing di Inggris menunjukkan rata-rata SoH sebesar 93 persen. Bahkan untuk kendaraan dengan jarak tempuh hingga 200.000 kilometer, kapasitas baterai masih bertahan mendekati 90 persen.

Peneliti merekomendasikan beberapa kebiasaan untuk menjaga daya tahan baterai EV, antara lain menghindari penggunaan pengisian cepat secara berlebihan, tidak membiarkan kapasitas baterai turun di bawah 10 persen, serta membatasi pengisian hingga sekitar 80 persen bila kendaraan tidak digunakan untuk perjalanan jauh setiap hari.

Secara keseluruhan, hasil studi ini memberikan gambaran positif mengenai daya tahan baterai kendaraan listrik. Dengan pemakaian dan perawatan yang tepat, baterai EV dapat tetap berfungsi optimal meskipun telah digunakan dalam jangka panjang. Namun, perbedaan iklim dan pola penggunaan di berbagai negara tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi hasil serupa di wilayah lain.