Bagikan:

JAKARTA - Suzuki Fronx meraih hasil gemilang dalam uji keselamatan terbaru yang dilakukan oleh Program Penilaian Mobil Baru untuk Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN NCAP). Mobil kompak asal Jepang yang juga dipasarkan di Indonesia ini berhasil mengantongi rating tertinggi, yaitu lima bintang.

Dalam hasil resmi yang dirilis di situs resmi ASEAN NCAP, Jumat, 31 Oktober, Suzuki Fronx memperoleh total skor akumulasi 77,70 poin, dengan rincian: 36,71 poin untuk Perlindungan Penumpang Dewasa (AOP), 15,27 poin untuk Perlindungan Penumpang Anak (COP), 15,71 poin untuk Bantuan Keselamatan (SA), serta 10,00 poin untuk Keselamatan Pengendara Sepeda Motor (MS).

Capaian ini menjadikan Fronx salah satu mobil paling aman di segmennya, sekaligus memperkuat reputasi Suzuki dalam menghadirkan kendaraan yang mengutamakan perlindungan pengemudi dan penumpang.

Fronx dibekali fitur keselamatan lengkap di seluruh varian, seperti enam airbag, Electronic Stability Control (ESC), Anti-lock Braking System (ABS), dan Seatbelt Reminder (SBR) untuk semua penumpang. Tak hanya itu, Suzuki juga menyematkan Pedestrian Protection (PP) serta ISOFIX untuk kursi anak, menjadikan mobil ini ramah untuk keluarga muda.

Untuk sistem bantuan berkendara, Fronx dilengkapi teknologi canggih seperti Lane Departure Warning (LDW), Forward Collision Warning (FCW), dan Lane Keep Assist (LKA). Beberapa fitur tambahan juga tersedia secara opsional, termasuk Autonomous Emergency Braking (AEB) City dan Inter-Urban, Blind Spot Detection (BSD), serta Auto High Beam (AHB).

Pihak ASEAN NCAP juga menyoroti langkah Suzuki yang kembali berpartisipasi dalam program uji keselamatan setelah terakhir kali menguji Suzuki Ertiga pada 2019. Meski sempat absen selama enam tahun, Suzuki diapresiasi karena menunjukkan komitmen serius terhadap keselamatan dengan menghadirkan teknologi penyelamat jiwa pada Fronx.

Meski tidak semua fitur menjadi standar di setiap varian, keberadaannya dianggap sebagai langkah positif menuju peningkatan perlindungan bagi pengguna jalan. Suzuki pun diharapkan dapat menjadikan fitur-fitur tersebut sebagai standar di model-model mendatang.

Uji ini menjadi panduan penting bagi masyarakat dalam memilih kendaraan, karena ASEAN NCAP kini menggunakan skema pemeringkatan tunggal. Artinya, konsumen cukup merujuk pada rating bintang keselamatan yang diperoleh dari empat pilar utama—AOP, COP, SA, dan MS—berdasarkan protokol penilaian 2021–2025. Sementara, protokol baru 2026–2030 akan mulai berlaku pada Januari 2026.