JAKARTA - BYD terus memperluas kiprahnya di kancah global dengan langkah berani memasuki pasar otomotif Jepang, yang selama ini dikenal sangat sulit ditembus oleh produsen mobil asal China. Pabrikan mobil listrik asal Shenzhen itu menghadirkan model kei car listrik pertamanya, khusus untuk konsumen di Negeri Sakura.
Pasar otomotif Jepang dikenal sangat protektif terhadap merek lokal. Jalan-jalan di negara tersebut didominasi oleh mobil buatan Toyota, Daihatsu, Mazda, dan Suzuki. Kendaraan listrik murni masih jarang terlihat, karena sebagian besar konsumen Jepang lebih memilih mobil hybrid yang dianggap lebih praktis dan efisien.

Selain itu, mobil kecil di segmen kei car menjadi favorit masyarakat Jepang. Kendaraan mungil ini menawarkan pajak lebih rendah, dimensi kompak, serta efisiensi tinggi, menjadikannya ideal untuk lalu lintas perkotaan yang padat dan jalan-jalan di Jepang yang tak terlalu lebar.
Melihat peluang tersebut, BYD menghadirkan kei car listrik yang diberi nama BYD Racco, sebagai upaya memperluas penetrasinya di pasar Jepang. Menurut Senior Analyst Aizawa Securities, Yasushi Yokoyama, penjualan mobil listrik di Jepang selama paruh pertama tahun 2025 masih tergolong rendah.
“Konsumen tidak memiliki alasan darurat dan kuat untuk membeli Electric Vehicle (EV),” ujarnya, dikutip dari The Japan Times, Jumat, 31 Oktober.
BACA JUGA:
Hingga kini, Nissan Sakura masih menjadi satu-satunya mobil listrik mungil dengan penjualan tertinggi di Jepang, bahkan menduduki posisi terlaris selama tiga tahun berturut-turut. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa loyalitas terhadap merek lokal masih sangat kuat.
Selain itu, ekosistem pendukung mobil listrik di Jepang juga belum sepenuhnya siap. Meski demikian, peluang tetap terbuka bagi BYD. Yokoyama menilai, keberhasilan BYD di Jepang akan sangat bergantung pada strategi harga, spesifikasi, dan layanan purna jual.
“Infrastruktur pengisian daya bisa dibilang berkembang, tetapi masih jauh dari kata cukup. Jika harga dan spesifikasinya atraktif dengan layanan komprehensif, ada kemungkinan mobil kecil BYD bisa populer,” tegasnya.
Sebagai informasi, BYD Racco resmi debut di Japan Mobility Show 2025 dengan banderol sekitar 2,6 juta yen atau setara Rp275 juta. Model ini menjadi produk pertama BYD yang didesain eksklusif untuk pasar di luar China, sekaligus menandai langkah penting dalam visi global perusahaan untuk mendukung pengurangan emisi karbon.
Model ini dibekali baterai berkapasitas 20 kWh, mendukung pengisian cepat hingga 100 kW, serta sistem heat pump untuk menjaga suhu kabin tetap nyaman di berbagai kondisi cuaca. Desainnya yang ringkas membuatnya ideal untuk penggunaan harian, terutama di kawasan perkotaan dengan lahan parkir terbatas.