JAKARTA – Kecelakaan tragis menimpa sebuah mobil listrik Xiaomi SU7 Ultra di Chengdu, China, pada Senin dini hari, 13 Oktober 2025. Mobil yang tengah melaju di kawasan Tianfu Avenue itu menabrak median jalan sebelum akhirnya terbakar hebat.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut sempat berusaha menolong pengemudi, namun api dengan cepat melahap seluruh bagian kendaraan, demikian dikutip dari laporan CarNewsChina, Senin, 13 Oktober.
Insiden terjadi sekitar pukul 03.16 pagi waktu setempat. Sejumlah pengendara lain berhenti untuk membantu dengan mencoba memecahkan kaca jendela mobil menggunakan siku dan sepatu, tetapi kaca tidak pecah sedikit pun.
Upaya penyelamatan semakin sulit karena api menjalar cepat dan suhu ekstrem membuat warga tak dapat mendekat ke mobil. Beberapa orang dilaporkan telah menggunakan alat pemadam api untuk memadamkan kobaran, terutama di bagian kursi pengemudi.
Namun, usahanya tidak membuahkan hasil. Ada dugaan bahwa pintu kendaraan terkunci otomatis setelah benturan, sehingga menyulitkan akses ke dalam kabin.
BACA JUGA:
Hingga saat ini, pihak Xiaomi Auto maupun otoritas Chengdu belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab insiden. Tapi, media setempat melaporkan bahwa pengemudi dipastikan tewas dalam kejadian ini.
Kabar tragis ini langsung berdampak terhadap saham Xiaomi di pasar China, yang tercatat turun sekitar enam koma lima persen sesaat setelah berita menyebar. Ini bukan kali pertama model SU7 terlibat kecelakaan fatal.
Pada Maret 2025 lalu, insiden serupa menewaskan tiga mahasiswi di jalan tol. Serangkaian peristiwa ini memicu kekhawatiran publik mengenai keamanan mobil listrik, khususnya sistem pintu dan jendela otomatis yang dapat menyulitkan evakuasi saat darurat.
Di China, Xiaomi SU7 Ultra dikenal sebagai varian performa tinggi dari lini SU7, dengan harga mulai setara Rp1,3 miliar.