JAKARTA - Diam-diam, Hyundai rupanya menyimpan kartu as yang diungkap dalam presentasi CEO Investor Day 2025.
Awalnya, Presiden dan CEO Hyundai Motor Company José Muñoz membeberkan visi ambisius Hyundai Motor untuk bertransformasi menjadi pemimpin mobilitas global. Menurut Muñoz, Hyundai tak lagi sekadar membuat mobil, melainkan sedang dalam misi mendefinisikan ulang pengalaman berkendara melalui tiga pilar utama: ekspansi produk strategis, teknologi elektrifikasi terobosan, dan kemampuan software-defined.
"Di industri yang menghadapi transformasi tak terduga, Hyundai memiliki posisi unik untuk menang berkat kombinasi produk yang menarik, fleksibilitas manufaktur, kepemimpinan teknologi, mitra diler luar biasa, dan skala global," ujarnya, dikutip di laman pabrikan, Jumat, 19 September.
Namun, pabrikan asal Korea Selatan itu secara tidak sengaja membocorkan rencana besarnya untuk brand Genesis, merek mewah Hyundai.
Disebutkan Genesis akan meluncurkan mobil listrik berperforma tinggi dengan tenaga fantastis, 1.000 tenaga kuda.
Kendaraan ini digadang-gadang akan menjadi rival serius bagi nama-nama besar di segmen EV performa, seperti Porsche Taycan Turbo GT dan Lucid Air Sapphire. Mobil super ini akan menjadi puncak dari sub-brand performa Genesis yang akan datang, yaitu Magma.
Bukan hanya angka tenaga yang memukau. Dilaporkan CarBuzz, informasi soal ini muncul dalam sebuah slide presentasi yang menampilkan lini produk Genesis "Luxury xEV". Varian dasar mobil ini akan dimulai dari 600 hp, namun bisa meningkat drastis hingga 1.000 hp.
Meskipun informasi masih sangat terbatas, muncul spekulasi bahwa kendaraan ini bisa berbentuk supercar yang terinspirasi dari konsep Gran Berlinetta hybrid V6 bertenaga 1.071 hp dari tahun 2023. Namun, tak menutup kemungkinan juga akan menjadi SUV berperforma tinggi yang memperkuat posisi GV90 listrik yang akan datang, menjadikannya salah satu SUV tercepat di dunia.
Rencana ambisius ini juga didukung oleh pengembangan platform baru khusus Genesis yang akan datang pada tahun 2028. Platform ini akan sangat fleksibel dan dapat menampung tiga jenis powertrain:
BEV (Battery Electric Vehicle): Mobil listrik murni.
EREV (Extended-Range Electric Vehicle): Kendaraan listrik dengan mesin bensin sebagai generator. Hyundai mengklaim model EREV ini bisa menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dengan baterai terisi penuh.
Hybrid (HEV): Varian hybrid yang diperkirakan memiliki tenaga lebih dari 500 HP dengan efisiensi bahan bakar yang ditingkatkan.
Sementara itu, untuk menyambut kehadiran lini performa ini, Genesis GV60 Magma, versi sporty dari crossover listrik, akan segera hadir di pasar global pada akhir tahun ini.
Dengan strategi "Luxury xEV" yang mencakup elektrifikasi dan sub-brand Magma, Genesis tidak hanya fokus pada kemewahan, tetapi juga siap mengguncang pasar otomotif global dengan performa ekstrem. Siap-siap menantikan kehadiran "monster" baru dari Korea Selatan ini.