Bagikan:

JAKARTA – General Motors (GM) kembali tersandung masalah hukum terkait mesin V8. Sebuah gugatan class action baru yang diajukan di Distrik Timur Wisconsin, Amerika Serikat, menuduh bahwa GM sudah mengetahui cacat pada mesin V8 L87 di mobilnya sejak awal. Gugatan ini mengeklaim bahwa bantalan batang (rod bearings) mesin tersebut rentan terhadap kegagalan, yang dapat menyebabkan mesin mati total atau bahkan piston menembus blok mesin.

Dilaporkan Carscoops, Selasa, 29 Juli, gugatan ini berharap dapat meniru keberhasilan tuntutan hukum lain terhadap GM yang telah berhasil dalam beberapa minggu terakhir.

Para penggugat menyatakan bahwa perbaikan yang ditawarkan GM melalui penarikan kembali (recall) terhadap hampir 600.000 kendaraan tidaklah memadai.

Mesin L87 sendiri adalah mesin V8 6.2 liter yang digunakan pada beberapa truk pikap besar dan SUV GM, termasuk GMC Sierra, Yukon, Chevrolet Tahoe, Suburban, Silverado, dan Cadillac Escalade.

Gugatan tersebut juga berdasarkan penarikan kembali yang dilakukan GM, yang mencakup 597.630 kendaraan. Sementara, solusi yang ditawarkan GM adalah mengganti mesin jika diperlukan, namun ada syaratnya hanya jika mesin tersebut gagal dalam pemeriksaan. Kendaraan yang lolos pemeriksaan hanya akan mendapatkan oli yang lebih kental, filter oli baru, dan tutup oli baru. Pemilik kendaraan khawatir bahwa mesin mereka mungkin lolos inspeksi, namun tetap akan rusak seiring waktu dan jarak tempuh. Gugatan ini bahkan menuduh bahwa penggantian mesin pun bukan solusi yang baik, karena mesin pengganti yang dipasang juga merupakan tipe L87 yang sama.

Selain kekhawatiran tentang perbaikan mekanis, para penggugat menuntut ganti rugi untuk menutupi penurunan nilai kendaraan dan kerugian akibat tidak dapat menggunakan kendaraan mereka.

Menariknya, ini hanyalah salah satu dari setidaknya dua gugatan yang sedang berlangsung terhadap GM terkait mesin L87. Gugatan lain, yang pertama kali ditemukan oleh CarComplaints, mencakup banyak keluhan dan tuntutan yang sama, tetapi juga menuduh masalah pada dimensi dan finishing permukaan crankshaft. Gugatan ini diajukan di Distrik Timur Michigan.

Masalah mesin V8 GM tampaknya menjadi pola yang berkelanjutan. Baru-baru ini, GM dilaporkan telah menyelesaikan gugatan terkait mesin V8 LC9 unit 5.3 liter yang diduga memiliki cincin piston dan rakitan yang cacat. Penyelesaian tersebut berakhir dengan pembayaran ganti rugi sebesar 150 juta dolar AS oleh GM, di mana pengacara dalam kasus tersebut menerima 57 juta dolar AS, sementara tiga penggugat utama hanya menerima 30.000 dolar AS (setara Rp492 juta).