JAKARTA – Nissan baru saja mengumumkan keputusan penting yang menandai berakhirnya sebuah era sekaligus dimulainya babak baru dalam strategi restrukturisasi global mereka.
Pabrik Oppama Nissan yang legendaris, dilaporkan Reuters, dikutip Rabu, 16 Juli, dibuka pada tahun 1961 akan menghentikan produksi kendaraan pada Maret 2028. Operasinya akan dipindahkan ke pabrik Nissan Motor Kyushu di prefektur Fukuoka.
Keputusan ini, mengacu pada rilis global Nissan disebut merupakan bagian dari rencana restrukturisasi besar-besaran yang dipimpin oleh CEO Ivan Espinosa, yang bertujuan untuk memangkas kapasitas produksi global dari 3,5 juta menjadi 2,5 juta kendaraan dan mengurangi jumlah fasilitas manufaktur dari 17 menjadi 10. Selain Oppama, pabrik Shonan milik Nissan Shatai yang memproduksi kendaraan komersial ringan juga akan berhenti beroperasi pada Maret 2027.
Langkah restrukturisasi ini menunjukkan komitmen Nissan untuk menghadapi tantangan besar, termasuk penurunan penjualan di Amerika Serikat dan Tiongkok, serta pembayaran utang yang besar dan kerugian yang terus meningkat. Dengan menata ulang jejak manufakturnya, Nissan berharap dapat kembali ke jalur profitabilitas dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
"Ini adalah keputusan yang sulit bagi saya pribadi maupun bagi perusahaan," ujar Espinosa kepada wartawan di markas besar Nissan di Yokohama.
"Namun, kami percaya ini perlu dilakukan agar Nissan dapat mengatasi situasi sulit yang sedang dihadapinya," tambahnya.
BACA JUGA:
Pabrik Oppama sering disebut sebagai "pabrik induk" Nissan, telah mempekerjakan 3.900 pekerja dan memproduksi lebih dari 17,8 juta kendaraan hingga saat ini. Meskipun produksi kendaraan akan berhenti, fasilitas dan fungsi lain di distrik tersebut seperti Nissan Research Center dan fasilitas uji tabrak tidak akan terpengaruh. Sekitar 2.400 pekerja dari Oppama dapat dipindahkan ke fungsi non-pabrik atau ke pabrik lain.
Nissan saat ini sedang menjajaki berbagai opsi untuk memanfaatkan kembali aset di Oppama. Sebelumnya juga diberitakan Reuters pada pekan lalu menyebutkan Nissan sedang dalam pembicaraan dengan Foxconn asal Taiwan untuk menggunakan pabrik Oppama guna memproduksi kendaraan listrik (EV) dan menghindari penutupan total. Espinosa menolak memberikan rincian lebih lanjut, dengan alasan perjanjian kerahasiaan, namun mengindikasikan adanya negosiasi dengan "banyak mitra".
Keputusan untuk mengkonsolidasikan produksi ke Nissan Motor Kyushu diharapkan dapat meningkatkan tingkat utilisasi pabrik tersebut hingga 100 persen, mengingat utilisasi pabrik domestik Nissan saat ini rata-rata hanya 60 persen. Biaya terkait transfer produksi akan diungkapkan bersama dengan hasil keuangan kuartal pertama.