Bagikan:

JAKARTA - Volvo adalah sekian pabrikan yang berkeinginan untuk merakit kendaraannya di Amerika Serikat (AS) guna menghindari tarif yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump.

Pabrikan otomotif dari Swedia ini sebenanya memiliki lini perakitannya di negeri Paman Sam, tepatnya di wilayah South Carolina, AS tapi hanya khusus merakit EX90 dan Polestar 3.

Demi meningkatkan volume penjualannya di pasar tersebut, Volvo berencana untuk memproduksi model lainnya di AS yang di antaranya adalah kendaraan berpenggerak mild-hybrid atau plug-in hybrid (PHEV).

"Mobil yang dirakit haruslah mild-hybrid atau PHEV, supaya dapat meningkatkan volume penjualan," kata CEO Volvo Cars, Hakan Samuelsson dikutip dari InsideEVs, Jumat, 2 Mei.

Nantinya sejumlah model yang akan datang bakal dirakit di Ridgeville, AS. Namun, belum dijelaskan secara rinci kendaraan apa yang diproduksi di pabrik tersebut.

Ada kemungkinan model lainnya yang diproduksi di pasar AS ialah XC60 dan XC90, mengingat keduanya menyediakan pilihan mild-hybrid maupun PHEV.

Alasannya adalah karena keduanya berbasis pada platform Scalable Product Architecture (SPA). Terlebih lagi, pabrik Ridgeville telah memproduksi model S60 yang memiliki arsitektur serupa seperti XC60 maupun XC90.

Meskipun akan beralih menjadi fasilitas perakitan EV murni, pabrik Ridgeville masih memiliki kemampuan dan peralatan untuk merakit platform SPA untuk dua model tersebut di masa mendatang.

Kedua model ini merupakan lini kendaraan andalan yang ditawarkan di negara tersebut. Dalam tiga bulan pertama, XC60 telah terjual sebanyak 12.706 unit dan XC90 hingga 9.369 unit.