JAKARTA - Chery membawa teknologi baru ke Indonesia yakni Chery Super Hybrid (CSH) dan disematkan untuk model Tiggo 8 alias menjadi varian terbaru.
Sejatinya, Chery Super Hybrid itu sendiri sama halnya dengan Plug in Hybrid (PHEV). Lantas mengapa Chery tak pakai nama PHEV?
Menjawab hal tersebut, Direktur penjualan Chery Sales Indonesia Budi Darmawan mengatakan sengaja memakai nama CSH dan bukan PHEV, karena untuk menunjukkan kelebihan hybrid yang dimiliki merek asal China itu.
"Karena kalau memang kita itu di Indonesia khususnya mau mempelopori pemakaian CSH, sebenarnya ini juga kan satu tingkat di atas hybrid," katanya, saat ditemui di kawasan Pantai Indah Kapuk, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:
Lebih lanjut ia mengungkapkan, memang selama ini customer tahunya itu teknologi PHEV, dan Chery tentunya memiliki branding sendiri dengan menyebut Chery Super Hybrid.
Chery sendiri bukan pemain baru di segmen satu ini, sebab saat ini teknologi tersebut sudah memasuki generasi kelima yang dikembangkan merek China itu.
Secara spesifikasi, Chery Tiggo 8 CSH dibekali dengan mesin CTECO H4J15 berkapasitas 1.500 cc turbo, yang dikembangkan eksklusif untuk platform Chery Super Hybrid generasi terbaru.
Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 243 PS dan torsi hingga 215 Nm dengan konsumsi bahan bakar yang sangat efisien, mencapai 76 Km/liter berdasarkan pengujian WLTC. Sementara itu, baterai yang disematkan pada mobil ini diklaim mampu menempuh jarak 90 km.