JAKARTA - Pada awal Februari lalu, Suzuki mengumumkan menghentikan pemesanan pada Jimny Nomade atau lima pintu untuk pasar Jepang atau setelah empat hari model tersebut diluncurkan.
Pabrikan berlogo ‘S’ tersebut mengklaim telah menerima lebih dari 50.000 pemesanan, sehingga mendorong mereka untuk menangguhkan pemesanannya. Setelahnya, dilaporkan juga Suzuki tengah meningkatkan produksi namun belum bisa dipastikan waktu pengirimannya.
Laporan terbaru dari media Jepang Best Car, Jumat, 7 Maret, menyebut salah satu dealer di negeri Sakura belum bisa memastikan waktu pengirimannya kepada pelanggan dan mengatakan akan memakan waktu sekitar empat tahun hingga pengiriman terakhir.
"Saat ini, kami tidak yakin dengan waktu pengiriman untuk pelanggan yang menandatangani kontrak sebelum pesanan dihentikan. Dikatakan bahwa akan memakan waktu sekitar empat tahun hingga pengiriman akhir,” ujar salah satu dealer tersebut.
Target volume penjualan untuk Jimny Nomad telah diumumkan sebesar 1.200 unit per bulan. Jika 1.200 unit dapat dikirimkan per bulan, maka akan memakan waktu tiga tahun lima bulan untuk mencapai 50.000 unit.
Setelah tiga setengah tahun sejak peluncuran, perubahan regulasi mengenai peralatan keselamatan akan diterapkan dan penyempurnaan pada kendaraan akan menjadi hal yang perlu dilakukan.
Dengan hadirnya beberapa perubahan, diasumsikan bahwa harga akan berubah antara waktu pemesanan dan waktu pengiriman tiga setengah tahun kedepan yang melebihi batas tempo pengiriman model baru.
Dengan demikian, pemesanan untuk Suzuki Jimny Nomade di Jepang akan dilanjutkan pada akhir tahun 2027 mendatang.
BACA JUGA:
Meskipun demikian, Suzuki akan berusaha meningkatkan jumlah produksi pada model ini untuk mempersingkat waktu pengiriman Jimny Nomade sehingga pemesanan dapat dimulai kembali lebih awal dari yang diperkirakan.
"Saat ini kami tengah mempersiapkan peningkatan produksi model Jepang untuk mempersingkat waktu pengiriman Jimny Nomade dan mempercepat dimulainya kembali pesanan. Selain sistem produksi di pabrik kami di India, kami juga tengah mengatur pengiriman kapal untuk mengangkut kendaraan dan memperluas fasilitas PDI di pabrik Kosai untuk inspeksi prapengiriman,” kata pabrikan.
Disebutkan bahwa produksi akan meningkat dari 1.200 unit menjadi 2.500 unit, namun ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh Suzuki.
Jika volume ditingkatkan menjadi 2.500 unit, untuk mencapai angka 50.000 unit akan memakan waktu di bawah dua tahun atau paling lambat selesai pada musim panas 2026 mendatang.