JAKARTA - PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Mazda di Indonesia telah memasuki pasar elektrifikasi dengan memperkenalkan MX-30 sebagai EV pertamanya di tanah air dan CX-80 sebagai plug-in hybrid (PHEV).
Tidak hanya meluncurkan produk ramah lingkungan, EMI juga memperbanyak ekosistem demi menunjang penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, salah satunya dalam penyediaan layanan pengisian daya.
Customer Service Director PT EMI, Igor Pandjaitan memastikan jaringan dealer Mazda di Indonesia akan dilengkapi dengan pengisian daya sebagai standar.
“Sejalan dengan model yang kita luncurkan, yaitu CX-80 dan lainnya, jelas beberapa dealer Mazda akan jual mobil tersebut otomatis menyediakan charging station sebagai standar,” kata Igor saat menjawab pertanyaan media di Cibubur, Jawa Barat, Selasa, 25 Februari.
Ia juga mengatakan pihaknya akan menggandeng sejumlah perusahaan lain untuk memperbanyak layanan pengisian daya yang akan tersedia di seluruh dealer.
BACA JUGA:
“Kami bekerja sama dengan salah satu charging brand yg reliable, beberapa merek di Indo juga sudah menggunakan merek tersebut,” tambah Igor.
Layanan dealer yang baru diresmikan oleh EMI, yakni Mazda Transyogi telah dilengkapi dengan layanan charging untuk MX-30 maupun CX-80 yang telah dijual untuk pasar nasional.
Jaringan dealer Mazda Transyogi berdiri di atas lahan seluas 2.400 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 4.400 meter persegi yang terdiri dari dua lantai, jaringan dealer tersebut mengadopsi visual identity dari Mazda Motor Corporation di Jepang.
Kemudian, fasilitas ini menyediakan berbagai layanan seperti Showroom Area, 9 Service Bay, Customer Lounge, Service Reception Area, Delivery Room, Kids Corner, dan lainnya.
Tidak hanya itu, Mazda Transyogi dilengkapi dengan fasilitas ‘Body Repair’ yang menggunakan teknologi pengecatan berkualitas tinggi sesuai standar yang telah ditetapkan.