Bagikan:

JAKARTA - Pelatih kepala timnas futsal Indonesia, Hector Souto tetap bangga dengan perjuangan para pemainnya meskipun gagal keluar sebagai juara di Piala Asia Futsal 2026. Dalam partai final, Indonesia harus mengakui keunggulan Iran setelah drama adu penalti.

Pada final yang berlangsung Sabtu, 7 Februari malam, Indonesia kalah 4-5 dalam adu penalti setelah bermain imbang 5-5. Kendati pulang dengan status runner up, Souto tak lupa mengapresiasi kinerja anak asuhnya di lapangan.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain karena mereka melakukan pekerjaan yang luar biasa. Apa yang kami capai dalam waktu ini sungguh luar biasa,” kata Souto dalam jumpa pers setelah pertandingan usai dikutip dari Antara, 8 Februari.

Souto menilai pencapaian Indonesia menembus final dan memberi perlawanan sengit kepada Iran menjadi bukti perkembangan signifikan futsal nasional di tingkat Asia. Terlebih Iran tercatat telah 14 kali menjuarai Piala Asia Futsal.

Sang pelatih tak menampik bahwa salah satu kekuatan utama skuad Garuda pada laga tersebut adalah aspek mental. Ia menyebut timnya mampu bertahan dalam berbagai situasi sulit hingga memaksakan pertandingan berlanjut ke adu penalti, meskipun menghadapi lawan yang memiliki reputasi besar di level internasional.

“Kami sangat kuat secara mental. Cara para pemain menghadapi tekanan sepanjang pertandingan tidak mudah,” ujarnya.

Di sisi lain, Souto juga secara terbuka mengakui masih terdapat jarak kualitas antara Indonesia dengan negara-negara papan atas Asia.

“Iran dan Jepang masih lebih kuat dari kami. Mereka memiliki pemain-pemain top di level dunia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tempo permainan di kompetisi Asia jauh lebih tinggi dibandingkan dengan liga domestik, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain Indonesia.