JAKARTA - Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengatakan ia tidak mengharapkan para suporter untuk menyuarakan ketidaksetujuan mereka saat tim tengah dalam tren negatif.
Setelah Arbeloa mengambil alih kursi yang ditinggalkan Xabi Alonso, Los Blancos makin terpuruk. Mereka langsung kalah dari Albacete (Segunda Division) di babak 16 besar Copa del Rey dalam debut sang pelatih.
Namun, Arbeloa sempat meyakinkan dengan memberi tiga kemenangan beruntun, 2-0 atas Levante (LaLiga), menekuk AS Monaco 6-1 di Liga Champions, dan membungkam Villarreal 2-0 di liga.
Menjelang laga kontra Benfica tengah pekan lalu di Liga Champions, suporter pun mulai optimistis Real Madrid kembali ke tren positif.
BACA JUGA:
Mereka juga dalam motivasi tinggi mengamankan tiket lolos otomatis ke babak 16 besar Liga Champions pun di laga terakhir fase grup.
Hanya saja, kenyataan berkata lain. Lewat pertarungan dramatis, Real Madrid takluk 2-4 di Estadio da Luz. Kiper Benfica, Anatoliy Trubin, mencetak gol sundulan pada menit ke-98 yang membuat Los Blancos tergelincir ke posisi kesembilan di klasemen Liga Champions.
Mereka gagal mempertahankan posisi delapan besar untuk lolos otomatis ke fase gugur dan harus menjalani dua laga playoff--yang menariknya Real Madrid akan bertemu Benfica lagi--untuk berebut tiket babak 16 besar.
Kekalahan itu pun membuat suporter melanjutkan cemoohan kepada klub--yang dimulai sejak pemecatan Xabi Alonso diikuti tersingkirnya dari Copa del Rey.
Namun, Arbeloa yakin bahwa suporter akan tetap mendukung tim, apalagi untuk laga playoff Liga Champions melawan Benfica yang akan menjadi partai balas dendam.
"Tidak, saya berharap Bernabeu akan mendukung tim. Kami tahu kami membutuhkan para suporter. Saya selalu meminta dukungan mereka karena bersama-sama kita lebih kuat."
"Tujuan kami ialah menang (di Liga Champions) dan terus berjuang untuk liga," ujar Arbeloa.
Kepemimpinan Arbeloa sejauh ini telah menyaksikan Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey, diikuti oleh dua kemenangan beruntun di LaLiga melawan Levante dan Villarreal, kemenangan atas AS Monaco, serta kemudian kekalahan kontra Benfica di Liga Champions.
Pemain bintang Kylian Mbappe dan Jude Bellingham blak-blakan dalam penilaian mereka terhadap penampilan melawan Benfica. Bellingham menyebut penampilan itu mengerikan dan Mbappe mengatakan hasilnya bukan tentang kualitas atau taktik, tetapi keinginan.
"Kami sedang berupaya menemukan konsistensi yang kami butuhkan. Ini bukan saatnya untuk kekecewaan atau euforia. Ini saatnya untuk bekerja, itu saja."
"Penyesalan adalah jalan buntu. Ketika keadaan tidak berjalan baik, Anda harus memperbaiki diri. Itulah jalan saya sebagai pelatih. Tentu saja, saya akan membuat banyak kesalahan," ujar Arbeloa
Sementara itu, pemain bintang Vinicius Junior dan Bellingham sama-sama mendapat cemoohan dari penonton selama pertandingan melawan Levante, tetapi Arbeloa berulang kali mendukung para pemain kuncinya untuk memberikan hasil terbaik musim ini.
"Saya memahami semua perdebatan sepak bola, tetapi saya selalu ingin memiliki pemain terbaik di lapangan. Semakin banyak menit bermain yang mereka dapatkan, semakin baik."
"Mereka adalah pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan kapan saja. Orang-orang yang bukan suporter Real Madrid mungkin tidak menginginkan mereka di sana."
"Namun, saya membayangkan suporter Real Madrid menginginkan pemain terbaik mereka selalu tersedia dan berada di lapangan," tutur Arbeloa.
Terlepas dari kesulitan yang mereka alami, Real Madrid memulai laga pada Minggu, 1 Februari 2026, melawan Rayo Vallecano hanya terpaut satu poin dari pemimpin klasemen Barcelona di LaLiga.
Kemenangan dramatis menit akhir dengan skor 2-1 atas Rayo ternyata tak mengubah selisih poin itu hingga pekan ke-22 tuntas. Soalnya, Barcelona juga berhasil menang 3-1 atas Elche pada hari yang sama.