JAKARTA - Arsenal membuang peluang meninggalkan Manchester City setelah ditahan Nottingham Forest 0-0 di pertandingan Premier League Inggris, Minggu, 18 Januari 2026 dini hari WIB. Kegagalan menang juga karena Arsenal tidak diberi hadiah penalti yang membuat manajer Mikel Arteta kecewa.
Arsenal kembali gagal memenuhi target tiga poin. Paling tidak Arsenal sudah dua kali tak bisa memaksimalkan peluang menjauh dari kejaran Man City dan Aston Villa.
Arsenal sesungguhnya bisa unggul sembilan poin setelah Man City di luar dugaan dikalahkan Manchester United 2-0 dalam Manchester Derby di Old Trafford, Sabtu, 17 Januari 2026 malam WIB. Namun harapan mencapai target itu tak kesampaian karena Arsenal juga kehilangan poin setelah ditahan Forest.
Sebelumnya, Arsenal juga mendapat kesempatan bagus memantapkan keunggulan poin setelah Man City ditahan Brighton and Hove Albion 1-1. Ini berarti, The Cityzens sudah kehilangan lima poin dari dua pertandingan terakhir.
Namun Arsenal juga selalu apes. Saat tim-tim pesaing gagal meraih poin, Bukayo Saka dkk juga tak bisa memenangkan pertandingan. Mereka hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat menjamu Liverpool.
Laga melawan Forest di Stadion City Ground, Nottingham memang membuka peluang Arsenal untuk kembali ke jalur menang. Apalagi, klub London Utara itu memiliki modal bagus saat menyambangi Forest setelah menghajar tim Championship Portsmouth 4-1 di Piala FA dan kemudian menang 3-2 atas Chelsea pada semifinal pertama Piala Liga Inggris.
Tak hanya itu, Arsenal menghadapi lawan yang berada di papan bawah dan terancam turun kasta. Namun mereka kesulitan membobol gawang Forest sampai akhirnya bek Ola Aina dinilai menyentuh bola di kotak penalti di menit 79.
Wasit Michael Oliver memang sempat meninjau insiden itu lewat VAR. Hanya saja Oliver menyatakan tidak ada pelanggaran karena lengan Aina bergerak secara natural dan tidak sengaja menyentuh bola sehingga tidak ada penalti.
“Tentu sangat mengecewakan karena kami ingin poin penuh. Tetapi memang tidak ada tendangan yang mengarah ke gawang kami. Di sisi lain, kami menciptakan empat peluang sangat bagus. Puncaknya jelas ada penalti tetapi kami tidak mendapatkannya,” kata Arteta yang sangat yakin bila seharusnya Arsenal mendapat hadiah penalti. Ini yang menjadikan dirinya marah dan kecewa saat wasit menilai tidak ada pelanggaran meski sudah di-VAR.
“Memang benar bila dia (Aina) menerima bola dengan bahu. Tetapi apa yang dilakukan menjadikan lengan dia menyentuh bola di kotak penalti. Jadi, itu jelas penalti,” ujarnya lagi.
Namun mantan wasit Premier League Mark Halsey menyatakan tidak ada yang salah dari keputusan Oliver. Menurut dia tidak ada pelanggaran dari yang dilakukan Aina.
“Di menit 79 pada pertandingan di City Ground antara Nottingham Forest melawan Arsenal, ada insiden yang berpotensi Ola Aina melakukan handball,” kata Halsey seperti dikutip The Sun.
“Tetapi bola kemudian mengenai lengannya. Menurut saya lengan dia dalam posisi natural. Lengannya ikut naik. Dan saat lengannya turun, bola juga ikut turun sehingga lengannya menyentuh bola. Tetapi itu tidak sengaja. Jadi menurut saya itu memang tidak penalti,” kata Halsey menjelaskan.
Arteta sendiri tak ingin memperpanjang insiden itu. Dia juga berharap Arsenal bermain lebih baik sehingga tidak akan bergantung pada insiden yang memunculkan perdebatan demi memenangkan pertandingan.
BACA JUGA:
“Kejadian itu bisa terjadi di liga mana pun dan di setiap pertandingan. Kami seharusnya bisa lebih baik dan memperbaiki diri. Saat punya empat peluang, kami seharusnya bisa memanfaatkannya. Kami sudah berusaha mencetak gol tetapi tak bisa menemukan cara memenangkan pertandingan,” kata dia.
Hasil imbang melawan Forest menjadikan Arsenal yang bertengger di puncak klasemen mengantungi poin 50. Unggul tujuh poin dengan Man City yang menduduki peringkat dua.