Bagikan:

JAKARTA - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, sadar betul akan tekanan yang datang ketika menerima pinangan menangani Skuad Garuda.

Pelatih asal Inggris itu diketahui lebih menilih Timnas Indonesia dan menolak tawaran dari Honduras. Herdman menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan mencapai prestasi di level internasional.

Dalam keterangannya, Herdman menegaskan bahwa keputusannya bukan semata-mata soal karier jangka pendek, melainkan visi jangka panjang yang ia lihat pada sepak bola Indonesia. Ia mengaku terkesan dengan antusiasme publik serta kualitas pemain yang dimiliki.

"Saya melihat potensi yang luar biasa di Indonesia. Ada banyak pemain bagus, talenta muda, dan gairah sepak bola yang sangat kuat," ujar Herdman.

Pelatih asal Inggris itu juga menyebut bahwa Indonesia menawarkan tantangan berbeda dibandingkan negara lain yang sempat menghubunginya.

Menurutnya, kesempatan untuk membangun tim yang kompetitif dari fondasi yang kuat menjadi faktor utama dalam keputusannya.

"Ada kesempatan besar di Indonesia. Ini bukan hanya tentang satu turnamen, tetapi bagaimana membangun sesuatu yang berkelanjutan."

"Karier saya sejauh ini perihal membangun, bekerja dengan federasi yang punya semangat dan visi untuk membawa negara ke tempat yang belum pernah dijamah. Itu sudah jelas."

"Dari semua yang telah saya dengar dan baca, masyarakat di sini, negara ini sudah siap. Tidak ada alasan lain. Kita punya pemain, kapabilitas, profesionalitas, sekarang ialah waktunya untuk lolos (ke Piala Dunia)," ujarnya.

Herdman menambahkan dukungan penuh dari federasi dan kepercayaan terhadap proyek jangka panjang Timnas Indonesia membuatnya semakin yakin untuk mengambil peran tersebut.

Ia berharap dapat membawa pengalaman internasionalnya untuk membantu meningkatkan level permainan Timnas Indonesia.

Dengan keputusan ini, Herdman menegaskan komitmennya untuk membawa Timnas Indonesia bersaing lebih jauh di kancah Asia dan dunia, sekaligus menjawab ekspektasi besar publik sepak bola Tanah Air.

"Saya ingin berada di sini ketika negara ini ke tahap selanjutnya. Saya sebelumnya berada di Kanada ketika saya mengambil langkah, baik itu tim laki-laki maupun perempuan. Saya ingin berada di sini."

"Ini adalah kesempatan yang sangat menarik di dunia sepak bola. Bukan soal peringkat, bukan soal tim ini bisa saja melangkah ke tempat yang lebih baik, atau Anda bisa melakukan ini di Piala Dunia."

"Begitu banyak kesempatan di Indonesia untuk bisa melangkah ke tempat lain. Itu adalah ke Piala Dunia. Itulah misinya," katanya.

Melihat misi dan tekanan yang terlihat di depan mata, Herdman juga dengan tegas menyampaikan batasannya selagi memegang kendali Timnas Indonesia.

Dia tak mau ada yang mengganggunya di ruang ganti. Memberi masukan boleh, tapi keputusan akhir tetap di tangan Herdman.

"Ya, maksud saya, pelatih tim nasional harus bertanggung jawab penuh atas pengambilan keputusan mereka. Sebagai pelatih tim nasional, Anda harus berkonsultasi."

"Penting untuk mendengarkan pendapat orang banyak. Anda mendengarkan penggemar, Anda mendengarkan para ahli, Anda mendengarkan pelatih di sistem yang lebih rendah, Anda mendengarkan pelatih profesional di liga."

"Namun, pelatih kepala, dia tahu kapan harus meredam kebisingan itu dan membuat keputusan. Itulah tekanan, pertanggungjawaban, yang harus ditanggung pelatih kepala."

"Saya siap untuk tanggung jawab itu. Pelatih kepala akan membuat keputusan tentang siapa yang bermain di setiap pertandingan, di setiap pertandingan, dan di setiap skuad," tuturnya.